PETUGAS menggotong seorang penonton yang pingsan saat akan menyaksikan pertandingan antara Persib Bandung dan Arema Indonesia pada kompetisi Liga Super Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (14/3) malam.* ADE BAYU INDRA/"PR"
SOREANG, (PR).-
Diperkirakan enam puluh bobotoh pada pertandingan Liga Super Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Minggu (14/3), pingsan. Pertandingan ini akhirnya dimenangi Persib Bandung dengan menaklukkan pimpinan klasemen sementara Arema Indonesia 1-0 (0-0). Gol tunggal kemenangan "Pangeran Biru" dilesakkan Cristian Gonzales pada menit ke-65.
Menurut petugas kesehatan, Andri, enam puluh korban yang tak sadarkan diri tersebut meliputi tiga puluh orang yang dirawat di ruang medis, dan sisanya diamankan di luar ruangan. "Mereka memang lemas karena tidak makan sebelumnya. Namun, setelah mendapat penanganan, mereka bisa pulih kembali," katanya seraya menambahkan, pihaknya mampu mengantisipasi kejadian tersebut dan tak ada seorang korban pun yang dibawa ke rumah sakit.
Sebagian besar korban tersebut berasal dari tribun utara dan selatan yang mayoritas kaum perempuan. Peristiwa itu terjadi sejak sebelum pertandingan dimulai hingga pertandingan berlangsung. Petugas kesehatan mulai melakukan evakuasi penonton yang tidak sadarkan diri itu, sejak tiga puluh menit sebelum pertandingan dimulai.
Berdasarkan pemantauan "PR", sebelum kick-off sudah terlihat lalu-lalang petugas mengangkut tandu. Demikian juga saat pertandingan berlangsung, petugas masih sibuk mengangkut korban pada awal babak pertama. Penyebab mereka pingsan, rata-rata karena kehabisan energi dalam suasana tribun yang dijejali penonton melebihi kapasitas. Dalam keadaan perut kosong, mereka memaksakan diri berdesak-desakan menonton laga bergengsi Persib lawan Arema pada hari jadi ke-77 Persib.
Stadion Si Jalak Harupat yang berkapasitas sekitar 40.000 penonton, tak dapat menampung bobotoh yang ingin menyaksikan langsung laga tersebut. Di luar stadion, terjadi penumpukan penonton di depan pintu masuk masing-masing tribun. Tak terkecuali pemilik tiket utama atau VIP pun harus mengantre menunggu petugas yang enggan membuka akses masuk.
Alasan petugas cukup kuat, ternyata semua kursi sudah terisi. Hal ini diduga karena banyak penonton tanpa tiket yang lolos masuk. Kejadian tersebut memaksa penonton meluber hingga ke pinggir lapangan karena tempat duduk yang tersedia sudah penuh sesak.
Membeludaknya penonton sudah tercium sejak siang. Kepadatan arus kendaraan menuju Jln. Kopo mulai tampak sekitar pukul 15.00 WIB. Kemacetan itu diperparah dengan ulah oknum bobotoh yang turun di tengah jalan. Mereka membuat pengguna jalan lainnya terhambat.
Antrean kendaraan tersebut berlangsung hingga di jalan alternatif menuju stadion di Kp. Sindangpalay, Kec. Katapang. Tak terlihat ada pengalihan arus kendaraan di sana. Petugas lalu lintas pun hanya sedikit.
Kemacetan berkelanjutan hingga seratus meter menuju pintu gerbang stadion. Jalan alternatif di depan jalan utama stadion yang biasanya dapat dilalui kendaraan, saat itu malah dijadikan sarana parkir dadakan.
Ribuan penonton lainnya termasuk Wali Kota Bandung Dada Rosada batal menyaksikan laga bergengsi tersebut. Dada memilih pulang lagi akibat kepadatan kendaraan yang sulit ditembus meski diiringi pengawalnya.
Seusai pertandingan, kemacetan pun terjadi. Hingga pukul 22.45 WIB antrean kendaraan masih berlangsung di depan pintu keluar stadion.
Kado terbaik
Gol tunggal Cristian Gonzales ke gawang Arema menjadi kado terbaik ulang tahun ke-77 Persib Bandung. Penantian harap-harap cemas bobotoh yang memadati stadion akhirnya bisa terobati dengan kemenangan atas tim setangguh Arema, 1-0.
Sundulan akurat "El Loco" pada menit ke-65 memanfaatkan bola pantulan dari sundulan Nova Arianto yang menyentuh mistar gawang Arema, menjadi gol semata wayang Persib untuk menaklukkan "Singo Edan". Puluhan ribu bobotoh yang menantikan gol cukup lama, langsung bersorak kegirangan melepas kegembiraan.
"Ini adalah kado terindah untuk ulang tahun Persib. Terima kasih untuk bobotoh yang selalu setia mendukung Persib. Para pemain akan diganjar bonus dua kali lipat, belum lagi mungkin dari gubernur dan sekda. Mudah-mudahan itu akan menjadi motivasi lebih buat pemain untuk membawa Persib juara," kata Manajer Persib Umuh Muchtar.
Pelatih Persib Jaya Hartono mengatakan, para pemainnya masih tampak tegang dalam dua laga setelah libur panjang. Jaya mengakui Persib masih tampil baik dan beruntung bisa menang meski hanya melesakkan satu gol.
"Persib memang beruntung bisa mencetak gol dan Markus tampil luar biasa dengan menghalau beberapa peluang emas Arema. Dan Arema sendiri kalah bukan karena mereka tampil buruk, justru mereka bermain terbuka dan menekan pertahanan Persib," kata Jaya yang langsung bersujud bahagia setelah pertandingan usai.
Jaya mengakui, pertandingan melawan Arema cukup menegangkan karena kedua tim bermain bagus dan saling menekan. "Persib dan Arema tampil bagus sehingga pertandingan berjalan menarik sekaligus menegangkan," ungkap Jaya.
Pelatih Arema Robert Rene Albert mengucapkan selamat kepada Persib. Dia menyesalkan penonton yang membeludak dan masuk ke lapangan. "Saya hampir akan mogok main karena penonton yang membeludak hingga mendekat ke lapangan," katanya. "Kami baru mau bersedia melanjutkan pertandingan setelah ada jaminan keamanan," kata Robert.
Sebelum babak kedua dimulai, pertandingan sempat ditunda karena melubernya penonton hingga ke pinggir lapangan. Kemenangan atas Arema membuat Persib tetap berada di posisi keempat klasemen dengan selisih 9 poin dari Arema yang bertahan di puncak klasemen dan berselisih 3 poin dari Persipura di posisi ketiga. (A-183/A-190)***
Sumber: PR
By: BP
0 comments:
Post a Comment