12 January 2010
Oleh RISNANDAR SOENDORO
PARA bobotoh Persib lagi-lagi pantas kecewa, menyusul kegagalan tim jagoannya mengalahkan musuh paling bebuyutannya, Persija Jakarta. Apalagi, kegagalan tersebut bukan semata-mata faktor kekurangberuntungan. Maman dkk. memang tampil di bawah standar terbaiknya, terutama di dua lini, tengah dan depan. Mudah-mudahan saja, hasil analisis tim pelatih benar adanya. Persib gagal menunjukkan performa puncaknya, selain minus didukung publik, tim pelatih tidak bisa menurunkan komposisi terbaik.
Dan sekali lagi, kalau benar hanya itu alasannya, artinya saat lawan PSPS Pekanbaru sore ini, sama sekali tidak ada alasan lagi untuk gagal. Jangankan sampai kalah, kembali seri pun (maaf) terlalu hukumnya!
Kabar agak menggembirakan bagi para bobotoh, idola baru mereka, Suchao Nutnum, siap merumput kembali. Dengan kondisi benar-benar siap tampil. Dengan demikian, komposisi lapangan tengah Persib, mudah-mudahan kembali pada bentuk idealnya. Bagus dalam membantu pertahanan serta mampu menambah ketajaman tim saat menyerang. Dua hal yang kurang diperlihatkan pada pertandingan lawan Persija, tempo hari.
Kehadiran Suchao semakin terasa penting saat kedua ujung tombak utama Persib, Gonzales dan Budi Sudarsono, masih belum mampu menunjukkan kelas sesungguhnya. Budi terlalu mudah kehilangan bola. Dia juga kerap bentrok peran dengan Hilton. Sementara Gonzales terkesan mulai merasa serbasalah. Entah ke mana pula ketajaman kaki dan kepalanya. Sungguh satu tantangan bagi tim pelatih dan jajaran manajemen dalam upaya mengembalikan permainannya.
Tentu saja kita tak ingin Persib dicap sebagai kuburan pemain bintang. Oleh karena itu, mari bangkitkan kepercayaan diri sang bomber itu. Bangkitlah Gonzales! Bersama para bobotoh, kamu pasti bisa!
Kolektivitas
Suchao datang, gantian Atep terpaksa absen. Akan tetapi, kita boleh lega, menyaksikan penampilan Wildansyah, Minggu malam lalu. Lepas dari kegagalan Persib membukukan kemenangan, Wildansyah benar-benar telah menunjukkan kelasnya sebagai pemain yang layak sekali diberi lebih banyak kesempatan. Apalagi, dia bisa bermain di dua posisi, sayap kiri dan kanan.
Itu berarti walau minus Atep, Persib tidak perlu kehilangan ketajamannya. Yang penting, para pemain, terutama lini tengah dan depan, bisa bermain lebih cerdas. Tidak usah terburu-buru dan tetap percaya diri.
PSPS sendiri tipe kesebelasan yang lebih mengandalkan kolektivitas bermain. Kira-kira sama seperti Arema atau Persema. Sayangnya, untuk menghadapi lawan-lawan seperti ini, para pemain Persib kadang mudah kehilangan akal. Apalagi, jika lawan cenderung memilih bermain aman, seperti dilakukan Persija.
Jalan keluarnya, kalau bukan berusaha secepat mungkin mencuri gol, para pemain harus tampil lebih sabar. Yang penting, kendali permainan tetap berada di tangan kita. Kebiasaan melakukan operan-operan panjang langsung ke jantung pertahanan lawan harus dikurangi. Kedua sayap Persib harus lebih rajin lagi membuka ruang melalui berbagai akselerasi sepanjang sayap. Selebihnya, hati-hati dengan pola serangan balik dan peragaan permainan cepat tim asuhan Abdurrahman Gurning itu. Menanglah Persib! ***
Sumber: PR
By: BP
0 comments:
Post a Comment