Hanya berselang tiga hari setelah kegagalan mempertahankan rekor sempurna di kandang sendiri, usai ditahan Persija Jakarta tanpa gol, Persib Bandung akan menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Selasa (12/1) mulai pukul 15.30 WIB. Dalam pertandingan ini, Maman Abdurahman dan kawan-kawan bertekad bangkit dari hasil minor tak pernah menang dalam empat laga terakhir.
Tapi selain harus menghadapi perlawanan keras tim tamu yang dipastikan tidak akan menyerahkan tiga poin begitu saja, Persib juga harus melawan catatan hitam setiap kali bertemu dengan PSPS. Sepanjang sejarah perhelatan Liga Indonesia (LI), Persib tidak pernah mampu mengalahkan PSPS, sekalipun di kandang sendiri.
Berdasarkan catatan "GM", sejak tim berjuluk "Askar Bartuah" itu promosi ke Divisi Utama pada LI VI/1999-2000, Persib sudah menjamu PSPS sebanyak 6 kali. Hasilnya, 5 kali imbang dan sekali Persib dipermalukan tim tamu 1-2 pada LI VII/2001.
Salah seorang pelatih Persib, Yusuf Bachtiar yang kembali ditunjuk Jaya Hartono sebagai juru bicaranya, memang tidak mengupas soal statistik buruk tersebut. Namun ia mengatakan, Persib tidak boleh menyepelekan kekuatan PSPS. Menurutnya, tim seperti PSPS punya potensi menyulitkan Persib.
"Atmosfer pertandingan ini (lawan PSPS, red) memang tidak seperti melawan Persija. Tapi tim-tim seperti PSPS yang kurang diperhitungkan, justru menyimpan potensi menyulitkan. Pemain tidak boleh menganggap enteng mereka," kata Yusuf, usai sesi latihan pagi di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (11/1).
Dikatakan Yusuf, potensi menyulitkan itu dikarenakan PSPS lebih mengandalkan kolektivitas tim dalam setiap permainannya. Hal itu, kata Yusuf, dikarenakan PSPS tidak mengenal pemain bintang. "Inilah yang harus kita waspadai dari PSPS. Secara individu, ada juga pemain yang harus diwaspadai. Dia adalah Ade Suhendra," katanya.
Mengenai komposisi tim yang bakal diturunkan Jaya Hartono, Yusuf mengatakan, kemungkinan besar ada sedikit perubahan. Selain karena Atep harus absen akibat akumulasi kartu kuning, perubahan komposisi tim juga dimungkinkan karena hadirnya kembali tiga pemain yang sebelumnya absen, Hariono, Gilang Angga Kusumah, dan Suchao Nuchnum. "Pergeseran dan perubahan seperti itu normatif dalam sepak bola," katanya.
Tanpa beban
Sementara itu, pelatih PSPS Pekanbaru, Abdul Rahman Gurning mengatakan, pada pertandingan kali ini timnya tidak memiliki target khusus. Mereka hanya akan bermain lepas. Hal itu dikarenakan Persib memang lebih unggul segalanya dari tim asuhannya. "Kita kalah segalanya. Kalaupun bisa mencuri poin, itu hal yang sangat luar biasa bagi kami," ujar Gurning sebelum memimpin uji coba lapangan Stadion Si Jalak Harupat, kemarin.
Prediksinya, Persib kemungkinan besar akan bermain habis-habisan. Hal itu karena pada pertandingan sebelumnya, Persib hanya dapat bermain imbang dengan Persija Jakarta. Sehingga Persib pasti ingin membalas kegagalan pada pertandingan sebelumnya.
Untuk melawannya, Gurning akan menyuguhkan permainan kolektivitas yang diharapkan dapat meredam keunggulan individu para pemain Persib. "Dengan semangat juang tinggi, kita berharap bisa tampil maksimal. Itu saja modal kami," katanya.
Pada pertandingan nanti, PSPS dipastikan tidak akan diperkuat Dedi Gusnawan akibat akumulasi kartu kuning. Sedangkan pemain lainnya, Agus Cima, juga diperkirakan tidak bisa tampil akibat cedera yang masih dideritanya. (B.82/B.98)**
Sumber: Galamedia
By: BP
0 comments:
Post a Comment