BANDUNG, (PR).-
Pengalaman pahit melakoni tur ke wilayah Indonesia Timur telah benar-benar dilupakan Eka Ramdani dkk. Hasil positif saat menjamu Persela Lamongan beberapa waktu lalu akan dijadikan pelecut semangat, saat meladeni tantangan Persijap Jepara di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (9/12) sore ini.
Kemenangan menjadi suatu keharusan bagi Persib jika masih ingin memperlihatkan kapasitasnya sebagai tim yang patut diperhitungkan. Catatan sejarah yang kurang berpihak setiap kali Persib menjamu Persijap, jangan sampai menjadi momok menakutkan yang akan berakibat pada buruknya performa tim. Musim lalu, Persib ditahan imbang tanpa gol di kandang. Sementara pada Liga Indonesia XII 2006-2007, Persib kalah tipis 0-1.
"Catatan buruk itu tidak perlu terlalu dibesar-besarkan, karena sebenarnya permainan mereka tidak terlalu istimewa. Kalau pemain telanjur terbebani fakta masa lalu tersebut, permainan mereka akan kacau. Serangan lawan yang sebenarnya mudah dipatahkan pun akan menjadi sulit dihentikan," tutur Asisten Pelatih Yusuf Bachtiar seusai latihan, Selasa (8/12) pagi di Stadion Persib Jln. Ahmad Yani Bandung.
Optimisme meraih kemenangan kandang keempat kalinya ini dilambungkan juga Pelatih Kepala Jaya Hartono. Bugarnya kondisi fisik semua pemain menjadi pemicu melambungnya keyakinan tersebut.
Menurut Jaya, meskipun mayoritas pemain intinya masih dilanda kelelahan, ia tetap yakin anak buahnya tersebut tetap dapat menampilkan performa terbaik mereka untuk meraih kemenangan. Oleh karena itu, ia belum mau mengambil risiko menurunkan pemain lapis keduanya yang berada dalam kondisi fisik yang lebih bugar.
"Bukannya saya tidak percaya kepada mereka, tetapi keputusan untuk mengubah total formasi pemain dengan memasukkan pemain lapis kedua terlalu riskan. Tidak ada jaminan kerja sama, kolektivitas, dan sentuhan antarpemain akan langsung solid. Lalu kalau nanti hasilnya tidak memuaskan, yang akan dipojokkan tetap pelatih," ucapnya.
Satu-satunya kekhawatiran yang melanda Jaya saat ini adalah kondisi Nova Arianto yang masih dalam tahap pemulihan kelelahan otot paha kiri. Pada latihan kemarin, Nova belum berlatih penuh dengan rekannya yang lain karena masih merasakan sakit jika pahanya digunakan berlari.
Dokter tim Raffi Ghani belum dapat memastikan apakah Nova bisa bermain. Ia masih harus memantau kondisi terakhir Nova pagi hari sebelum pertandingan, sebelum memberikan rekomendasi kepada pelatih. Kalaupun dipaksakan, performa yang akan ditampilkannya nanti tidak akan maksimal. Namun, Nova sendiri mengaku siap dimainkan karena sudah tidak terlalu merisaukan kondisi ototnya.
Menghadapi Persijap kali ini, Jaya sama sekali buta akan kekuatan calon lawannya itu. Ia hanya akan menginstruksikan pemainnya untuk mewaspadai sejumlah pemain Persijap yang berpotensi merepotkan lini bertahan "Pangeran Biru".
Striker Persijap Noorhadi merupakan salah satu pemain yang harus diperhatikan gerakannya. Hal itu dilakukan karena striker bertubuh mungil itu lincah bergerak dan memiliki naluri gol yang tinggi. Junior, Evaldo, dan Paithoon menjadi tiga pemain lain yang juga akan diwaspadai.
Di kubu Persijap, sang Pelatih Junaidi sesumbar bisa memperpanjang catatan baik timnya setiap kali bermain di Bandung. Junaidi yang bersikap realistis akan sulit merebut tiga angka dari Persib akhirnya hanya mematok target mencuri satu poin.
Yang penting timnya tidak pulang dengan hasil nihil seusai melakoni dua laga tandangnya.
Kekalahan telah 4-0 atas Sriwijaya FC tiga hari sebelumnya memang sempat menurunkan mental anak buahnya. Namun kini, semua sudah menerima dan berusaha melupakan kekalahan tersebut, hingga bisa kembali bersikap optimistis menghadapi partai penting melawan Persib.
"Pemain sudah kembali enjoy dan saya pun sudah bisa leluasa melakukan serangkaian perubahan pada tim supaya dapat meraih hasil maksimal kali ini. Dalam kondisi pemain yang sudah enjoy itu saya yakin performa mereka kali ini akan jauh lebih baik daripada saat melawan Sriwijaya lalu," ucapnya.
Lebih lanjut Junaidi mengatakan, buruknya permainan Evaldo dkk. saat bertandang ke Palembang disebabkan hilangnya kerja sama tim, komunikasi, serta sentuhan antarpemain seusai rehat yang cukup panjang. Terlebih selama masa istirahat tersebut, minim sekali diadakan uji coba melawan tim sepadan.
Semua faktor minor tersebut dijamin Junaidi tidak akan kembali terlihat. Pertandingan melawan Sriwijaya kemarin benar-benar dijadikan pengalaman berharga saat akan menjajal Persib.
"Pada dasarnya Persib dan Sriwijaya hampir mirip, yakni dua tim yang sama-sama dihuni banyak pemain bintang. Oleh karena itu, saya pikir permainan mereka pun tidak akan jauh berbeda sehingga apa yang kami peroleh di Palembang kemarin bisa menjadi bekal berharga saat berhadapan dengan Persib," tuturnya. (A-184)***
Sumber: PR
By: BP
0 comments:
Post a Comment