"Hoo...yeeaahh!!" koor sorakan kompak itu kerap membahana di segenap penjuru Stadion Si Jalak Harupat tiap kali si kulit bundar akan ditendang Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool. Makin lama si kulit bundar berada di "tangan" Kosin, makin panjang juga sorakan tersebut disuarakan ribuan bobotoh yang berada di dalam stadion. Sorakan baru berakhir dengan lantunan "Yeeaahh!!!" keras saat kiper andalan "Pangeran Biru" itu menembakkan bola ke tengah lapangan.
Koor itu terdengar, hanya jika Kosin melepaskan tembakan. Pemain Persib lainnya tak pernah mendapat perlakuan demikian dari bobotoh, kecuali senandung yel-yel pembakar semangat yang melantun tanpa henti sepanjang jalannya pertandingan. Itu pun ditujukan kepada semua pemain Persib, tidak dikhususkan kepada satu pemain saja.
Perlakuan berbeda yang diperolehnya itu, otomatis menggelitik rasa kepenasaran Kosin. Saat pertama kali disoraki demikian pada penampilan perdananya musim ini ketika melawan Pelita Jaya, penjaga gawang yang dipinjam dari Chonburi FC Thailand itu sempat dibuat bingung.
"Awalnya terdengar lucu karena belum pernah saya mendegar sorakan seperti itu di Thailand. Namun, perlakuan mereka membuat saya bertanya-tanya juga, apakah bobotoh tidak menyukai aksi saya di lapangan sehingga harus menyoraki begitu. Apalagi hanya saya yang disoraki," ucapnya kebingungan.
Kosin pun dibuat makin bertanya-tanya karena pada kesempatan pertamanya membela Persib pada musim kompetisi Liga Indonesia 2006, tidak ada perlakuan demikian terhadapnya. Sorak sorai demikian memang baru diperagakan bobotoh di Liga Indonesia 2007, yang kala itu ditujukan kepada sang peraih Guinness Book World of Record mencetak gol dengan mata tertutup, Patricio Jimenez Diaz.
Tapi lama-kelamaan Kosin paham, sorakan tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan bobotoh kepadanya. Setelah memahami maksud sebenarnya dari sorakan tersebut, Kosin justru menikmatinya.
Bahkan diakuinya, sorakan tersebut cukup ampuh melecut semangat dan motivasinya untuk menampilkan aksi-aksi penyelamatan gemilang yang lebih baik lagi, termasuk melawan Persijap Jepara Rabu (9/12). Terbukti, dari tiga partai kandang yang dilakoninya, mistar gawang pemain kelahiran Bangkok 24 Maret 1982 itu hanya kebobolan satu gol. Sementara saat melakukan lawatan ke tim-tim Indonesia Timur, yang tentunya tanpa dukungan langsung bobotoh, gawangnya dibobol hingga tiga kali.
"Memang tidak memuaskan. Ambisi saya menjaga gawang tetap perawan selama saya kawal nyatanya sulit terwujud. Empat gol bersarang juga, tapi hanya tiga saja yang memang tercipta karena keunggulan lawan. Satu gol sisanya terjadi akibat kesalahan saya yang hingga kini belum bisa saya terima (lawan Persiwa)," tuturnya.
Kosin lantas menjanjikan kesalahan serupa tidak akan diulanginya di masa mendatang. Ia bertekad untuk lebih ketat lagi menjaga gawangnya. Para pemain belakang pun diharapkan kerja samanya untuk mencegah selisih gol Persib makin defisit.
Satu tambahan tenaga lain yang juga diharapkan Kosin dapat berkontribusi positif pada performanya saat melawan Persijap nanti, tentunya sorakan dari segenap bobotoh. "Hoo...yeeaahh!!" (Riesty Yusnilaningsih/"PR")***
Sumber: PR
By: BP
0 comments:
Post a Comment