12 December 2012
SEPAK bola atau olahraga itu tidak mengubah nasib perut rakyat yang sedang lapar. Tapi, mantan presiden republik ini, Soekarno, saat berpidato di ajang olahraga Ganefo, menjelaskan bahwa olahraga, apapun bentuknya, termasuk sepakbola, bicara tentang nasionalisme dan internasionalisme.
Sama halnya dengan rencana kepindahan Sergio van Dijk, pemain berkewarganegaraan Belanda berdarah Indonesia, dan kini bermain untuk Adelaide United, Australia.
Rencana bergabungnya Sergio, tidak hanya sebatas hal kepindahan pemain antar klub. Namun, kepindahan Sergio ke Persib, juga sebagai ajang pertemuan berbagai macam ras di dunia.
Ayah Sergio, Roelof van Dijk, lahir dari Frisland, negara leluhur Viking, menikah dengan perempuan asal Indonesia berdarah Sunda dan melahirkan Sergio.
“Darah saya mengalir darah Viking. Dan menjadi kebanggaan jika anak saya, Sergio, bergabung dengan Persib, tanah leluhurnya,” kata Roelof ketika ditemui di kediaman Manajer Persib Bandung H Umuh Muhtar di Desa Ciluluk Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Sumedang, Rabu (12/12).
Roelof mengatakan, dirinya sangat mencintai sepakbola. Bahkan, dirinya yang turut membentuk Sergio menjadi seorang pemain sepakbola profesional. “Saya benar-benar cinta sepakbola. Saya sendiri yang melatih Sergio dari kecil hingga akhirnya dia meniti karier sebagai pemain sepakbola profesional,” ujarnya.
Ketika karir awalnya sebagai peman sepakbola profesional mulai terbentuk, Roelof mengetahui setiap detiknya bagaimana Sergio membentuk karakternya sebagai pemain sepakbola profesional.
“Ketika dia berumur 25 tahun, dia minta izin pada kami selaku orang tuanya untuk bermain sepakbola di luar negeri. Dia meminta izin ke Australia dan saya merestuinya,” kata Sergio.
Namun, karena darah Bandung mengalir dalam tubuhnya, tanpa disengaja, ia mengatakan takdir keluarganya, termasuk Sergio, harus mengenal Persib Bandung. Ia pun menjelaskan ketika Sergio mulai mengenai Persib, selalu membayangkan bisa bermain di klub asal tanah leluhurnya. Bahkan, ia membayangkan dirinya bisa bermain untuk timnas Indonesia.
“Dia 5 tahun di Australia, tapi hatinya berada di Bandung. Emosi sepakbola di Bandung dan kehadiran Bobotoh, membuat dirinya terobsesi untuk bisa bermain disini,” katanya.
Sumber: Tribun
By: Khansa
0 comments:
Post a Comment