13 December 2012
YANI (GM) - Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman enggan membuang peluang sekecil apa pun yang akan didapat timnya, untuk menghadapi Persisam Samarinda di babak semifinal turnamen Inter Island Cup (IIC), 15-18 Desember nanti.
Menurut pelatih yang akrab disapa Djanur ini, pihaknya kini mempersiapkan untuk memaksimalkan peluang dari bola-bola mati. Baik dari tendangan bebas ataupun tendangan pojok yang kerap membuahkan gol.
"Pasti ada penekanan khusus yang kita lakukan untuk memanfaatkan bola mati. Tim mana pun banyak yang memanfaatkannya. Saya sudah tekankan pada pemain untuk mempersiapkan itu. Soalnya saya senang, kalau dari latihan ada hasil di pertandingan. Jadi kelihatan, proses latihan ada hasil," ujarnya kepada wartawan, Rabu (12/12).
Djanur menambahkan, justru kadang peluang bola mati sering menjadi penentu kemenangan bagi tim. Makanya ia pun sudah membagi pemain di setiap kesempatan bola mati sesuai kemampuan individu.
"Itu kadang jadi salah satu faktor untuk memenangkan pertandingan. Itu sudah menjadi bagian taktik permainan bola. Saya juga sudah membagi pemain di lapangan untuk mengambil corner dan free kick, termasuk penalti. Ini juga supaya jangan sampai ribut. Nanti pemain berebut. Kecuali kalau ada pemain yang enggak siap, baru diserahkan ke pemain lain," katanya.
Semakin tenang
Sementara ditanya mengenai timnya, menurutnya kini semakin tenang. Khususnya menjelang babak semifinal IIC kontra Persisam Samarinda, 15-18 Desember mendatang.
Djanur mengaku, skema permainan 4-2-3-1 dan 4-4-2 semakin matang diperagakan Atep dan kawan-kawan. Sehingga dirinya tak perlu pusing, formasi apa yang akan diterapkan.
Untuk menghadapi Persisam, Djanur mengaku akan menerapkan skema sesuai feeling, berdasarkan kekuatan skuad besutan Sartono Anwar tersebut.
"Dua-duanya siap. Biar saja kalian (wartawan) yang bingung, mau pakai yang mana. Tapi keduanya tidak ada masalah. Saya tinggal berpikir mana yang akan saya pakai, sesuai feeling saya. Soalnya 4-2-3-1 dan 4-4-2 sudah diterapkan anak-anak dengan baik," ujar Djanur.
Sementara itu, mengenai kelemahan Atep dan kawan-kawan, terkait transisi dan konsentrasi, Djanur mengaku, sudah mengalami banyak perubahan. "Dengan pendekatan yang sudah saya lakukan kepada anak-anak, baik konsentrasi dan transisi, sudah ada perbaikan," ujarnya.
Djanur mengatakan, dirinya sekarang semakin senang karena skuad besutannya sudah memiliki visi bermain. Termasuk karakter permainan yang mengutamakan ball possession yang menurutnya semakin meningkat.
"Satu-dua sudah dimatangkan. Saya enjoy karena anak-anak punya visi bermain dan awareness yang sudah bagus. Penekanan juga masih ada, terutama untuk tidak memberi ruang terlalu jauh agar tiap lini tidak terputus," pungkasnya.
Sumber: Galamedia
By: Khansa
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment