YANI (GM) - Untuk menghadapi lawan berikutnya di turnamen pramusim Inter Island Cup (IIC), pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman, mewaspadai lini tengah Persepam Pamekasan Madura. Pelatih yang akrab disapa Djanur ini menilai lini tengah Persepam terbilang kuat dengan aliran bola yang terus berjalan.
Menurut Djanur, permainan anak-anak "Laskar Sapeh Kerap" ini cukup bagus ketika melawan Persidafon Sorong pada laga pertamanya. Hanya karena kurang beruntung, tim asuhan Mustaqim pun kecolongan satu poin pada babak pertama."Persepam tim yang bagus. Aliran bola di lini tengahnya cukup berjalan dan itu yang kita waspadai nanti. Mungkin waktu lawan Persidafon mereka cuma kecolongan saja. Di babak ke dua mereka bermain ketat," jelas Djanur kepada wartawan saat ditemui di Mes Persib Bandung, Minggu (2/12).
Ditanya mengenai antisipasi, Djanur mengatakan, tim lawan tidak memiliki pemain yang menonjol secara individu. Namun ia mengaku tetap mewaspadai secara keseluruhan.
"Kalau dari pemain, secara individu tidak ada yang menonjol. Tapi kalau secara keseluruhan tim, kita akan antisipasi lini tengah mereka," ungkapnya.
Meskipun lini tengah Persepam diperkirakan akan membahayakan timnya, Djanur mengatakan terdapat kekurangan dalam tim lawan. Dia menjelaskan, meskipun aliran bola di lini tengah bagus, namun tempo permainan Persepam tidak terlalu cepat.
Oleh karenanya, Djanur akan menghancurkan lini tengah Persepam dengan permainan bertempo lebih cepat. "Kita akan meladeni lini tengah dengan tempo permainan yang lebih cepat," ujarnya.
Dalam pertandingan hari ini, Djanur menegaskan tidak akan memberi kesempatan kepada Persepam untuk melakukan passing pendek. "Kita akan lakukan pressing ketat supaya mereka tidak leluasa untuk menguasai bola," katanya.
Tidak melakukan umpan-umpan panjang maupun umpan lambung adalah larangan Djanur kepada para pemainnya. Hal itu, menurutnya, untuk melancarkan aliran bola dari kaki ke kaki serta melancarkan kreasi-kreasi serangan penggawa Persib.
Terkait rotasi pemain, Djanur mengatakan akan menurunkan dua atau tiga pemain yang tidak sempat bermain di laga pertama. Selain untuk mengubah strategi, hal itu juga guna memberikan kesempatan kepada para pemain.
"Di permainan nanti ada yang berbeda. Yang diturunkan enggak banyak, cuma dua atau tiga orang. Alasannya ya ingin memberi kesempatan untuk yang lain," pungkasnya.
Wajib raih poin
Setelah kalah dari Persidafon Sorong dalam laga pertama turnamen IIC, Persepam Pamekasan Madura tidak ingin terpuruk di laga kedua. Meskipun begitu, bukan pekerjaan mudah bagi tim promosi Indonesian Super League (ISL) tersebut untuk meraih poin saat menghadapi tuan rumah Persib Bandung di Stadion Siliwangi, Senin (3/12) hari ini.
Tim di bawah asuhan pelatih Mustaqim, Persepam wajib meraih poin penuh jika ingin mendapatkan kesempatan melaju ke babak berikutnya.
Mustaqim mengatakan, sejumlah kelemahan harus diperbaiki anak-anak asuhnya jika tak ingin kembali menelan kekalahan. Pelajaran dari laga melawan Persidafon adalah pentingnya ketenangan dalam menyelesaikan setiap peluang yang diperoleh.
"Yang jelas kami kurang beruntung. Secara keseluruhan di babak pertama pemain kami masih serbaragu. Ini pembelajaran buat kita saat harus melawan tim besar," ujarnya.
Kinerja lini depan Persepam memang kurang maksimal karena harus kehilangan striker utamanya asal Nigeria, Ikpefua Osas Marvelus Saha akibat cedera. Padahal striker yang musim lalu membela PSMS Medan tersebut sangat diharapkan kehadirannya untuk mempertajam lini depan Persepam.
"Dua pemain saya tidak bisa main, salah satunya Osas yang masih cedera. Penyelesaian akhir jadi masalah yang masih harus dibenahi," tandas Mustaqim.
Demam panggung
Selain itu, demam panggung juga dianggap sebagai salah satu kelemahan anak-anak Laskar Sapeh Kerap. Menurutnya dalam pertandingan melawan Persedafon, timnya serba ragu-ragu dalam menentukan langkah.
Mustaqim mengakui, menghadapi tuan rumah Persib Bandung adalah tugas yang tidak mudah. Dia menilai, tim Persib mempunyai materi pemain yang bahkan melebihi timnas Indonesia. "Persib itu tim bagus. Apalagi saya pikir Persib materi pemainnya sudah lebih dari timnas," katanya.
Ditambah lagi, lanjut Mustaqim, Persib mempunyai ribuan bahkan jutaan bobotoh yang selalu mendukung klub kesayangannya. Hal itu menurutnya menjadi salah satu kekuatan Persib di setiap pertandingan.
"Dengan adanya bobotoh ini merupakan pembelajaran untuk melatih mental para pemain kita. Mereka harus tetap percaya diri," jelasnya.
Ditanya tentang pemain Persib yang harus diwaspadai, Mustaqim tampak "kebingungan". Pasalnya banyak pemain yang dianggap cukup berbahaya di skuad Maung Bandung. "Banyak pemain berbahaya. Dzumafo, M. Ridwan, Firman, dan lainnya harus dijaga," tutupnya.
Sumber: Galamedia
By: Khansa
0 comments:
Post a Comment