16 October 2012
PURBALINGGA (GM) - Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengakui, komunikasi dua center back Persib Bandung, Abanda Herman dan Aang Suparman masih kurang. Hal itu juga yang diduga menjadi penyebab Persib kebobolan di dua laga uji coba terakhirnya.
"Memang tinggal komunikasi saja yang masih kurang antara keduanya (Abanda dan Aang, red)," ucap Djadjang ketika ditemui di Owabong Cottage tempat Persib menginap, Purbalingga, Minggu (14/10) malam.
Dalam dua uji coba terakhir, yaitu melawan PSGC Ciamis dan Persibangga Purbalingga, Djadjang memasang keduanya dalam starting eleven sebagai center back. Sementara Maman Abdurahman yang biasanya diduetkan dengan Abanda, ditempatkan di posisi bek kanan.
Berdasarkan catatan, dalam dua uji coba tersebut, Persib sama-sama kebobolan satu gol. Saat melawan PSGC, Persib kebobolan satu gol meskipun menang 4-1. Saat melawan Persibangga, Persib kebobolan satu gol dan kalah 0-1.
Djadjang menyadari, Aang dan Abanda masih harus beradaptasi satu sama lain. Namun, pelatih yang pernah menangani Pelita Jaya Karawang itu mengaku enggan mengambil kesimpulan dini bahwa keduanya tidak cocok untuk dipasangkan bersama. Dia menjelaskan, saat ini dirinya memang masih mencoba memadupadankan pemain sesuai kebutuhan tim.
Dengan diduetkannya Aang dan Abanda di center back, membuat Maman Abdurahman bergeser menjadi bek kanan. "Maman memang bukan posisinya dan belum biasa. Tapi saya kira masih banyak uji coba, semua kemungkinan masih bisa terjadi. Apakah menarik lagi Maman ke posisi semula atau seperti apa, masih akan kami coba nanti," ucapnya.
Sementara itu, pemain belakang Aang Suparman mengakui lini belakang "Maung Bandung" masih butuh meningkatkan komunikasi. Pemain yang mengenakan nomor punggung 3 itu juga menyadari, komunikasi yang terasa masih kurang, terutama dengan Abanda.
"Salah satunya karena saya dan Abanda belum lama latihan, dan baru kali ini diduetkan di tengah (center back, red)," ucapnya ketika ditemui sesaat setelah tiba di Hotel Tyara, Ciamis, Senin (15/10) siang.
Aang mengungkapkan, saat timnya kebobolan di menit ke-10 pada pertandingan uji coba menghadapi Persibangga, Minggu (14/10) lalu, pemain Persibangga, Asep Rudiyanto lepas dari kawalan Tony Sucipto dan Abanda Herman. "Posisi saya dan Maman saat itu terlalu jauh untuk cover," ungkapnya.
Aang mengakui, pertandingan sore itu menjadi pembelajaran yang sangat penting bagi timnya, untuk mengevaluasi diri. Ia bertekad untuk mengasah komunikasi lebih baik lagi selama pemusatan latihan sepekan ini di Ciamis.
Hal senada diutarakan pemain belakang Abanda Herman. Menurutnya, pergantian posisi beberapa pemain terutama Maman dan Aang diakuinya, membutuhkan waktu untuk adaptasi lebih lanjut. "Masih ada waktu untuk kami perbaiki lebih padu lagi," ucap pemain asal Kamerun itu.
Sumber: Galamedia
By: Khansa
0 comments:
Post a Comment