22 September 2012
AHMAD YANI (GM) - Pelatih Persib Bandung,
Djadjang Nurdjaman mengaku senang dengan hasil keputusan Joint Committee
(JC) yang menyatakan Liga Super Indonesia sebagai kompetisi legal. Hal
itu bisa membangkitkan motivasi para pemain agar bisa berlaga dengan
lebih baik.
"Karena dianggap legal, itu bisa menjadi tambahan motivasi bagi para
pemain. Karena bermain di kompetisi yang dianggap ilegal, juga bisa
mengganggu pemain," kata Djadjang di Mes Persib, Jln. Ahmad Yani, Jumat
(21/9).
Menurut Djadjang, meski dianggap ilegal, Liga Super Indonesia (LSI)
sebenarnya cukup kompetitif. Persaingan untuk meraih gelar juara juga
cukup ketat. Dengan kembali dianggap legal, maka kompetisi dipastikan
bakal lebih kompetitif. Hanya saja, perlu dipikirkan tentang tim yang
bakal mewakili Indonesia di tingkat Asia untuk Piala Champions dan AFC
Cup nantinya.
"Itu memang urusan yang di sana (para petinggi PSSI, red)," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu hasil rapat JC di Kuala
Lumpur, Malaysia, Kamis (20/9) lalu adalah melegalkan LSI, dan Liga
Prima Indonesia (LPI) juga tetap akan digelar. Penyatuan kompetisi baru
akan dilaksanakan pada 2014.
Selain keputusan tersebut, rapat JC juga memutuskan timnas sepenuhnya di
bawah kontrol PSSI sesuai statuta. Klub dan pemain wajib mengizinkan
pemainnya untuk memperkuat timnas. Jika tidak maka akan dikenai sanksi
oleh FIFA.
Terkait hal itu, Djadjang berharap PSSI bisa segera memutuskan pemain
yang akan memperkuat timnas Indonesia. Sehingga bisa diketahui nasib
lima pemain Persib yang saat ini tengah berada di pemusatan latihan
timnas asuhan Alfred Riedl di Batu, Malang. Kalau memang tidak terpangil
timnas Indonesia, para pemain tersebut bisa segera bergabung bersama
Persib.
"Kalau memang tidak dipanggil, bisa berlatih bersama Persib. Karena kita
memang membutuhkan para pemain tersebut untuk persiapan menghadapi
kompetisi," ujar Djadjang.
Saat ini ada lima pemain Persib yang bergabung bersama timnas Indonesia
di bawah asuhan Alfred Riedl, yaitu I Made Wirawan, Firman Utina, Jajang
Sukmara, Supardi, dan M. Ridwan.
Sumber: Galamedia
By: Khansa
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment