| M. FADLILLAH/GM |
| GELANDANG Persib, M.Ilham (kanan) dijegal pemain Arema Indonesia, Seme Piere Patrick, pada lanjutan Liga Super Indonesia, di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Kamis (15/3). "Maung Bandung" berhasil mengalahkan "Singo Edan" 2-0. |
SOREANG,(GM)-
Persib Bandung penuhi janjinya untuk meraih kemenangan melawan Arema Indonesia sebagai kado ulang tahun ke-79 kepada bobotoh, di Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung, Kamis (15/3). Melalui gol Miljan Radovic dan Jajang Sukmara, Persib mengempaskan Arema 2-0.
Dengan hasil ini, Persib juga berhasil naik satu strip ke peringkat ke-6 klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI), dengan nilai 25 dari 15 kali main. Sedangkan bagi Arema, hasil ini semakin mempersulit untuk bangkit dari peringkat kedua dari dasar klasemen.
Meski meraih kemenangan, pelatih Persib Bandung, Drago Mamic mengaku kurang puas dengan penampilan yang dipertontonkan oleh anak asuhnya. Khususnya di babak I, anak asuhnya tak mampu menerjemahkan instruksinya dengan baik.
"Gaspar (Robbie Gaspar) lebih banyak bermain melebar. Padahal ia diplot untuk berada di tengah. Hal itu membuat lubang di lapangan tengah Persib dan mampu dimanfaatkan Arema dan menciptakan peluang," kata Drago usai pertandingan.
Namun usai babak I, Drago melakukan sedikit perubahan. Gaspar ditarik, digantikan oleh Jajang Sukmara. Perubahan itu ternyata berjalan dengan baik, Persib bisa lebih menguasai jalannya pertandingan di babak II. "Memang wajar, terkadang instruksi tidak diterjemahkan dengan baik oleh pemain. Tetapi di babak II, anak-anak bisa memperbaiki diri dan berhasil meraih kemenangan," jelas Drago.
Menurutnya, selain berkat kerja keras anak sasuhnya, kemenangan ini juga berkat kehadiran bobotoh yang sangat antusias di dalam stadion. "Saya perlu memberikan apresiasi kepada para bobotoh yang telah memberikan dukungan. Apa yang bisa kita lakukan tanpa mereka (bobotoh, red)," kata pelatih berpaspor Kroasia ini.
Sampaikan keluhan
Pelatih Arema Indonesia, Joko Susilo mengakui keunggulan Persib atas timnya. Namun, Joko mengaku akan menyampaikan sejumlah keluhan dari jalannya pertandingan kali ini kepada PT Liga Indonesia.
"Memang banyak keluhan, tetapi akan saya sampaikan melalui jalurnya. Saya tidak menjadikannya kambing hitam sebagai aktor kekalahan kami. Saya ucapkan selamat atas kemenangan ini kepada Persib," tutur Joko.
Diakui Joko, absennya Marcio Souza membuat lini depan Arema tumpul. Beberapa peluang yang diperoleh timnya, gagal dikonversi menjadi gol. "Kita memang kehilangan sosok untuk bisa mencetak gol di laga ini," ujarnya.
Janji Persib untuk menekan sejak awal pertandingan sempat mendapat hambatan dari skuad Arema. Hingga 9 menit pertama, Persib sedikit kesulitan untuk menembus pertahanan Arema. Namun di menit ke-10, penetrasi Zulkifli Syukur nyaris saja membuat Persib unggul. Diawali kerja sama dengan M. Ilham, Zulkifli bisa menembus jantung pertahanan Arema. Namun, tendangannya masih bisa ditepis oleh penjaga gawang Arema, Ahmad Kurniawan.
Sejak itu, beberapa kali Persib mampu menembus pertahanan "Singo Edan". Namun, penyelesaian akhir Moses Sakyi masih tumpul.
Di menit ke-17, penetrasi M. Ilham ke dalam kotak penalti terpaksa dijatuhkan oleh Munhar. Miljan Radovic pun kembali dipercaya menjadi algojo. Meski sempat diblok Ahmad Kurniawan, bola muntah kembali bisa dilesakkan ke dalam gawang oleh Miljan.
Setelah unggul 1-0, Persib semakin menguasai jalannya pertandingan. Tetapi, lagi-lagi penyelsaian akhir yang masih belum sempurna menyebabkan gawang Arema masih aman.
Meski demikian, Arema bukan tanpa peluang. Jelang babak I berakhir, Arema mampu memberikan tekanan kepada gawang Jendry Pitoy. Melalui tendangan Sammi Patrick dan Nurul Mauluda, sempat beberapa kali bobotoh yang berada di dalam stadion menahan napasnya.
Dampak positif
Usai jeda, Drago sedikit melakukan perubahan. Drago memasukkan Jajang untuk menggantikan Robbie Gaspar. Perubahan ini memberikan dampak positif. Sayap Persib yang dimotori oleh M. Ilham di kanan dan Jajang di kiri, membuat permainan semakin hidup. Terlebih saat Atep masuk menggantikan Aliyudin di menit ke-62 dan Airlangga menggantikan Moses Sakyi yang cedera di menit ke-66.
Di menit ke-75, Persib menggandakan keunggulan menjadi 2-0, melalui tandukan Jajang Sukmara. Berawal dari tendangan sudut Miljan yang diberikan kepada Zulkifli, lalu dilanjutkan ke Airlangga. Umpan Zulkifli ke Airlangga diteruskan tandukan, namun masih bisa dibuang Ahmad Kurniawan. Bola buangan Ahmad Kurniawan lebih dekat ke Jajang. Tanpa kesulitan, tandukan Jajang membuat Ahmad Kurniawan kembali memungut bola dari dalam gawangnya.
Unggul dua gol membuat posisi Persib semakin aman. Namun, situasi ini dimanfaatkan Arema untuk menekan Persib. Beberapa peluang bisa diciptakan untuk memperkecil ketertinggalannya. Namun hingga peluit panjang ditiupkan, skor tidak berubah 2-0 untuk Persib.
Meski meraih kemenangan, pelatih Persib Bandung, Drago Mamic mengaku kurang puas dengan penampilan yang dipertontonkan oleh anak asuhnya. Khususnya di babak I, anak asuhnya tak mampu menerjemahkan instruksinya dengan baik.
"Gaspar (Robbie Gaspar) lebih banyak bermain melebar. Padahal ia diplot untuk berada di tengah. Hal itu membuat lubang di lapangan tengah Persib dan mampu dimanfaatkan Arema dan menciptakan peluang," kata Drago usai pertandingan.
Namun usai babak I, Drago melakukan sedikit perubahan. Gaspar ditarik, digantikan oleh Jajang Sukmara. Perubahan itu ternyata berjalan dengan baik, Persib bisa lebih menguasai jalannya pertandingan di babak II. "Memang wajar, terkadang instruksi tidak diterjemahkan dengan baik oleh pemain. Tetapi di babak II, anak-anak bisa memperbaiki diri dan berhasil meraih kemenangan," jelas Drago.
Menurutnya, selain berkat kerja keras anak sasuhnya, kemenangan ini juga berkat kehadiran bobotoh yang sangat antusias di dalam stadion. "Saya perlu memberikan apresiasi kepada para bobotoh yang telah memberikan dukungan. Apa yang bisa kita lakukan tanpa mereka (bobotoh, red)," kata pelatih berpaspor Kroasia ini.
Sampaikan keluhan
Pelatih Arema Indonesia, Joko Susilo mengakui keunggulan Persib atas timnya. Namun, Joko mengaku akan menyampaikan sejumlah keluhan dari jalannya pertandingan kali ini kepada PT Liga Indonesia.
"Memang banyak keluhan, tetapi akan saya sampaikan melalui jalurnya. Saya tidak menjadikannya kambing hitam sebagai aktor kekalahan kami. Saya ucapkan selamat atas kemenangan ini kepada Persib," tutur Joko.
Diakui Joko, absennya Marcio Souza membuat lini depan Arema tumpul. Beberapa peluang yang diperoleh timnya, gagal dikonversi menjadi gol. "Kita memang kehilangan sosok untuk bisa mencetak gol di laga ini," ujarnya.
Janji Persib untuk menekan sejak awal pertandingan sempat mendapat hambatan dari skuad Arema. Hingga 9 menit pertama, Persib sedikit kesulitan untuk menembus pertahanan Arema. Namun di menit ke-10, penetrasi Zulkifli Syukur nyaris saja membuat Persib unggul. Diawali kerja sama dengan M. Ilham, Zulkifli bisa menembus jantung pertahanan Arema. Namun, tendangannya masih bisa ditepis oleh penjaga gawang Arema, Ahmad Kurniawan.
Sejak itu, beberapa kali Persib mampu menembus pertahanan "Singo Edan". Namun, penyelesaian akhir Moses Sakyi masih tumpul.
Di menit ke-17, penetrasi M. Ilham ke dalam kotak penalti terpaksa dijatuhkan oleh Munhar. Miljan Radovic pun kembali dipercaya menjadi algojo. Meski sempat diblok Ahmad Kurniawan, bola muntah kembali bisa dilesakkan ke dalam gawang oleh Miljan.
Setelah unggul 1-0, Persib semakin menguasai jalannya pertandingan. Tetapi, lagi-lagi penyelsaian akhir yang masih belum sempurna menyebabkan gawang Arema masih aman.
Meski demikian, Arema bukan tanpa peluang. Jelang babak I berakhir, Arema mampu memberikan tekanan kepada gawang Jendry Pitoy. Melalui tendangan Sammi Patrick dan Nurul Mauluda, sempat beberapa kali bobotoh yang berada di dalam stadion menahan napasnya.
Dampak positif
Usai jeda, Drago sedikit melakukan perubahan. Drago memasukkan Jajang untuk menggantikan Robbie Gaspar. Perubahan ini memberikan dampak positif. Sayap Persib yang dimotori oleh M. Ilham di kanan dan Jajang di kiri, membuat permainan semakin hidup. Terlebih saat Atep masuk menggantikan Aliyudin di menit ke-62 dan Airlangga menggantikan Moses Sakyi yang cedera di menit ke-66.
Di menit ke-75, Persib menggandakan keunggulan menjadi 2-0, melalui tandukan Jajang Sukmara. Berawal dari tendangan sudut Miljan yang diberikan kepada Zulkifli, lalu dilanjutkan ke Airlangga. Umpan Zulkifli ke Airlangga diteruskan tandukan, namun masih bisa dibuang Ahmad Kurniawan. Bola buangan Ahmad Kurniawan lebih dekat ke Jajang. Tanpa kesulitan, tandukan Jajang membuat Ahmad Kurniawan kembali memungut bola dari dalam gawangnya.
Unggul dua gol membuat posisi Persib semakin aman. Namun, situasi ini dimanfaatkan Arema untuk menekan Persib. Beberapa peluang bisa diciptakan untuk memperkecil ketertinggalannya. Namun hingga peluit panjang ditiupkan, skor tidak berubah 2-0 untuk Persib.
Sumber: Galamedia
By: BP
0 comments:
Post a Comment