BLK. FACTORY,(GM)-
Buntut dari kekalahan Persib Bandung atas Gresik United, membuat kursi pelatih Drago Mamic mulai panas. Atas hasil tidak memuaskan dari tim promosi itu, Drago dinilai wajib dievaluasi manajemen tim.
Mantan pemain dan asisten pelatih Persib Bandung, Encas Tonif menegaskan, kekalahan atas Gresik United merupakan tanggung jawab Drago Mamic sebagai pelatih, karena strategi Drago sangat tidak tepat.
"Bagaimana mungkin Aliyudin yang berpostur kecil terus disuplai bola-bola atas. Tentu Aliyudin sangat kesulitan untuk berduel dengan pemain bertahan lawan yang berpostur tinggi. Tetapi itu terus dilakukan hingga beberapa kali," ulas Encas saat berbincang dengan "GM" di Stadion Persib, Selasa (20/3).
Selain itu, ungkapnya, pada laga tersebut jarak antarlini Persib sangat renggang, sehingga saat terjadi perebutan bola, lebih sering dimenangkan oleh lawan.
"Sepak bola modern tidak seperti itu. Jarak antarlini harus seimbang antara panjang dengan lebar lapangan," katanya.
Tetapi bagi Encas, bukan hanya Drago yang wajib dievaluasi, tetapi juga seluruh skuad Persib. "Pelatih, asisten pelatih, dan pemain harus mempertanggungjawabkannya. Kenapa Persib bisa seperti ini, mereka harus mengungkapkannya kepada manajemen," kata Encas.
Tentu untuk mengevaluasi, dibutuhkan orang yang paham tentang sepak bola. "Kalau mengevaluasi perusahaan tentu dibutuhkan orang yang paham bisnis. Ya kalau mengevaluasi tim sepak bola, tentu harus menyertakan orang yang paham sepak bola. Siapa pun orangnya," anjur Encas.
Hal senada diungkapkan pemerhati sepak bola, Wawan Dermawan yang menilai Persib harus segera diselamatkan jika tidak ingin semakin jauh dari harapan. "Daripada Persib jauh lebih hancur, lebih baik Drago Mamic diberhentikan oleh manajemen," kata Wawan Dermawan kepada "GM", Selasa (20/3).
Menurutnya, dalam beberapa pertandingan, Drago tampak tak mampu meramu Persib menjadi tim yang disegani. Padahal saat ini Persib berisikan sejumlah pemain berkualitas. Beberapa pemain di antaraya bahkan menjadi tulang punggung timnas Indonesia.
"Tetapi ternyata melawan tim promisi pun, Drago tidak bisa membawa Persib menang. Bukan hanya itu, bermain di kandang pun beberapa kali Persib tampak kesulitan untuk mengalahkan lawannya," jelas Wawan.
Salah satu contoh kelemahan pelatih asal Kroasia ini, kata Wawan, tidak berani merotasi penjaga gawang. Padahal, Jendry Pitoy sudah banyak kebobolan oleh lawan. "Jendry memang berkualitas. Tetapi kalau sudah terlalu sering kebobolan, ya harus berani diganti. Ada apa dengan Persib?" katanya.
Mantan pemain dan asisten pelatih Persib Bandung, Encas Tonif menegaskan, kekalahan atas Gresik United merupakan tanggung jawab Drago Mamic sebagai pelatih, karena strategi Drago sangat tidak tepat.
"Bagaimana mungkin Aliyudin yang berpostur kecil terus disuplai bola-bola atas. Tentu Aliyudin sangat kesulitan untuk berduel dengan pemain bertahan lawan yang berpostur tinggi. Tetapi itu terus dilakukan hingga beberapa kali," ulas Encas saat berbincang dengan "GM" di Stadion Persib, Selasa (20/3).
Selain itu, ungkapnya, pada laga tersebut jarak antarlini Persib sangat renggang, sehingga saat terjadi perebutan bola, lebih sering dimenangkan oleh lawan.
"Sepak bola modern tidak seperti itu. Jarak antarlini harus seimbang antara panjang dengan lebar lapangan," katanya.
Tetapi bagi Encas, bukan hanya Drago yang wajib dievaluasi, tetapi juga seluruh skuad Persib. "Pelatih, asisten pelatih, dan pemain harus mempertanggungjawabkannya. Kenapa Persib bisa seperti ini, mereka harus mengungkapkannya kepada manajemen," kata Encas.
Tentu untuk mengevaluasi, dibutuhkan orang yang paham tentang sepak bola. "Kalau mengevaluasi perusahaan tentu dibutuhkan orang yang paham bisnis. Ya kalau mengevaluasi tim sepak bola, tentu harus menyertakan orang yang paham sepak bola. Siapa pun orangnya," anjur Encas.
Hal senada diungkapkan pemerhati sepak bola, Wawan Dermawan yang menilai Persib harus segera diselamatkan jika tidak ingin semakin jauh dari harapan. "Daripada Persib jauh lebih hancur, lebih baik Drago Mamic diberhentikan oleh manajemen," kata Wawan Dermawan kepada "GM", Selasa (20/3).
Menurutnya, dalam beberapa pertandingan, Drago tampak tak mampu meramu Persib menjadi tim yang disegani. Padahal saat ini Persib berisikan sejumlah pemain berkualitas. Beberapa pemain di antaraya bahkan menjadi tulang punggung timnas Indonesia.
"Tetapi ternyata melawan tim promisi pun, Drago tidak bisa membawa Persib menang. Bukan hanya itu, bermain di kandang pun beberapa kali Persib tampak kesulitan untuk mengalahkan lawannya," jelas Wawan.
Salah satu contoh kelemahan pelatih asal Kroasia ini, kata Wawan, tidak berani merotasi penjaga gawang. Padahal, Jendry Pitoy sudah banyak kebobolan oleh lawan. "Jendry memang berkualitas. Tetapi kalau sudah terlalu sering kebobolan, ya harus berani diganti. Ada apa dengan Persib?" katanya.
Sumber: Galamedia
By: BP
0 comments:
Post a Comment