Kapten Persiram Raja Ampat Sa’nun Alqadri mengaku tangannya tidak bergerak aktif saat tendangan Abanda Herman mengenainya sehingga wasit Iwan Sukoco menunjuk titi penalti untuk Persib Bandung. Kendati demikian, Sa’nun menerima keputusan wasit. Akibat handsball Sa’nun, Persib bisa memperlebar keunggulannya pada saat itu menjadi 3-1. Persiram bisa mempertipis kekalahan dengan mencetak gol pada menit ke 88 lewat Boumsong.
“Kan di sepak bola itu ada aktif dan pasif. Jadi tidak semua kena tangan itu handsball. Tapi tangan itu dalam keadaan tidak aktif,” papar Sa’nun dalam konferensi pers setelah pertandingan di Stadion si jalak Harupat.
Sa’nun mengakui timnya memberi andil dalam keputusan wasit untuk memberikan tendangan 12 pas bagi Persib. Dia menyatakan ada kesalahan dari timnya sehingga terjadi tendangan penalti. Namun yang dipertanyakan para pemain Persiram adalah handball tersebut terjadi ketika tangan Sa’nun dalam keadaan tidak aktif.
Sementara itu mengenai permainan timnya, senada dengan coach Bambang Nurdiansyah, Sa’nun pun menyinggung soal minimnya persiapan tim yang hanya 10 hari. Namun kehadiran Okto Maniani di timnya mampu meberi motivasi lebih bagi tim berjuluk Dewa Laut ini.
“Dengan persiapan yang 10 hari di Sentul dan kita kebetulan main perdana dengan Persib Bandung, kita perlu persiapan yang luar biasa. Tapi dengan hasil seperti tadi cukup memuaskan bagi kita. Kita tunjukkan bahwa kita bisa bermain di super liga,” tandasnya.
Sumber: Simamaung
By: BP
0 comments:
Post a Comment