Kebersamaan Antarpemain Kurang

21 June 2011 GURAME,(GM)-
Faktor penyebab gagalnya Persib Bandung mencapai target menjadi juara Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011, salah satunya adalah tidak adanya kebersamaan antarpemain. Akibatnya, pola kerja sama antarpemain di lapangan pun tidak berjalan.

Demikian dilontarkan mantan pemain dan pelatih Persib Bandung, Risnandar Soendoro, menanggapi prestasi Persib yang hanya mampu berada di peringkat 7 klasemen akhir LSI 2010-2011.

"Kebersamaan pemain di luar lapangan sepertinya tidak ada. Akibatnya di lapangan pun seperti itu. Kerja sama antarpemain sangat minim," kata Risnandar di Sekretariat Pengcab PSSI Kota Bandung, Senin (20/6).

Menurut Risnandar, sepanjang musim 2010-2011, permainan kolektivitas Persib sangat tidak terlihat. Pemain seperti bermain sendiri-sendiri. Padahal sepak bola merupakan permainan tim, bukan individu.

Selain itu, kata Risnandar, para pemain Persib selama ini terlalu dimanja oleh Manajer Tim, H. Umuh Muhtar. Para pemain selalu diiming-imingi bonus besar, khususnya di laga-laga krusial. Hal ini membuat para pemain menjadi terlena oleh materi. Sedangkan kewajibannya di lapangan tidak dilaksanakan dengan baik.

"Oleh karenanya, manajer pun harus bisa menempatkan diri dengan tepat. Tidak selamanya pemain bisa termotivasi hanya dengan iming-iming materi. Itu juga akibat tidak adanya manajer teknik di tubuh Persib. Jika ada manajer teknik, hal ini bisa dihindari," kata Risnandar.

Di musim depan, lanjutnya, Persib harus bisa membaca pengalaman dua musim sebelumnya. Termasuk saat proses pemilihan pelatih yang sempat menjadi sumber masalah musim ini.

"Mungkin hanya Persib yang melakukan pergantian 3 pelatih di satu musim. Musim depan tunjuk pelatih yang dianggap mampu membawa Persib lebih baik. Banyak pelatih lokal yang cukup mumpuni. Herry Kiswanto yang pernah menjadi pemain Persib mungkin bisa dipertimbangkan. Ia mampu membawa Persiraja Banda Aceh naik ke LSI," tukasnya.

Sementara itu, Manajer Tim Persib U-21, Edi Djukardi mengungkapkan, kegagalan Persib musim 2010-2011 ini akibat ketidakmampuan pelatih Daniel Roekito menyinergikan seluruh potensi yang ada di Persib. "Secara materi, pemain Persib di atas rata-rata. Gaji tidak pernah telat. Tetapi itu tidak bisa disinergikan oleh pelatih menjadi prestasi," katanya.

Edi membandingkan dengan Arema Indonesia yang mampu menjadi runner-up LSI musim ini. Meski terseok-seok oleh masalah internal tim, gaji telat, dan materi pemain yang tidak terlalu mentereng, Arema tetap bisa bermain dengan meyakinkan.

"Semua 'bahan dasar' di Persib sudah bagus. Tetapi nyatanya itu tidak menjadi jaminan bisa meraih prestasi. Ini yang bisa diperbaiki Persib musim depan," tukas Edi. (B.98)**

Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger