12 May 2011
BLK. FACTORY,(GM)-
Karena harus memburu poin demi poin dalam perburuan target juara yang selalu dicanangkan manajemen klub dalam empat musim terakhir, para pelatih yang menangani Persib Bandung sering melupakan pematangan pemain muda yang ada di dalam skuadnya. Sebab untuk memburu kemenangan dalam setiap pertandingan, pelatih Persib selalu menurunkan para pemain senior dengan jam terbang tinggi. Akibatnya, tidak sedikit pemain muda Persib yang sebenarnya punya potensi besar harus "membusuk" di bangku cadangan.
Berdasarkan catatan "GM", dalam beberapa musim terakhir, Persib sudah mencoba menyiapkan talenta muda demi kepentingan regenerasi. Sebut saja nama Edi Hafid Murtado, Wildansyah, Irwan Wijasmara, Chandra Yusuf Ahmad (LSI 2008/2009), penjaga gawang Dedi Heryanto, Munadi (LSI 2009/2010), Jejen Zaenal Abidin, Yudi Khoerudin, Muhammad Agung Pribadi, Dias Angga Putra, dan Rendi Saputra (LSI 2010/2011). Namun dari 11 nama talenta muda yang coba dimatangkan Persib itu, praktis Wildansyah dan Agung yang bisa mendapatkan kesempatan mematangkan diri lebih banyak. Sisanya tetap duduk manis di bangku cadangan sepanjang musim.
Pelatih yang mengantarkan Persib U-21 menjuarai Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010, Mustika Hadi mengatakan, terlupakannya pematangan talenta muda dikarenakan kurangnya tingkat kepercayaan pelatih-pelatih yang pernah menangani Persib dalam beberapa musim terakhir. "Pelatih Persib terlalu fokus pada pemain-pemain senior yang punya jam terbang tinggi. Mereka melupakan peran pemain muda yang bisa membuat tim tampil lebih bertenaga," kata Mustika ketika dimintai komentarnya tentang fenomena banyaknya pemain muda Persib yang "membusuk" di bangku cadangan.
Target juara
Ada asumsi, para pelatih Persib terpaksa melupakan pemain muda karena tuntutan harus menang dalam setiap pertandingan dan target juara yang dibebankan. Karena jarang, bahkan tidak pernah mendapatkan kesempatan bermain, akhirnya mental para pemain muda itu rontok dan akibatnya tidak mampu menunjukkan dan mengembangkan kemampuan terbaiknya.
Soal asumsi ini, Mustika menyatakan tidak setuju. "Tuntutan menang dan target juara itu realistis buat tim yang menghabiskan biaya besar dan materi pemain berkualitas. Tapi, itu tidak bisa dijadikan alasan pelatih untuk melupakan pemain muda. Dari sisi strategi pun, pelatih tidak bisa selalu memaksakan pemain senior tampil dalam setiap pertandingan. Untuk kepentingan recovery, pelatih harus jeli menentukan kapan waktunya mengistirahatkan pemain senior dan memberikan kesempatan tampil buat pemain muda dalam menunjang strategi," katanya. (B.82)**
Sumber: Galamedia
By: Balad Persib
0 comments:
Post a Comment