BANDUNG - Lini pertahanan Maung Bandung, julukan Persib kembali menuai sorotan. Kendornya penguasaan pada lini terakhir tidak lepas dari kekalahan atas Persija, yang menggempur Maman Abdurrahman cs. Apalagi, pada pertandingan selanjutnya bek tangguh Abanda Herman dipastikan tidak turun lantaran akumulasi kartu.
Krisis di lini belakang memang bukan hal yang pertama bagi tim besutan Daniel Roekito. Sejak putaran pertama di kala kepemimpinan Darko Janackovic hingga Jovo Cuckovic, rapuhnya lini pertahanan Persib selalu dimanfaatkan lawan-lawannya. Terbukti, gol kemasukan gawang Markus Haris Maulana termasuk yang paling banyak musim ini.
Di antara tiga klub yang paling banyak kemasukan, Persib berada di urutan ke-3. Bontang FC yang menempati juru kunci sudah kebobolan 41 gol. Sedangkan di urutan kedua dipegang Persijap dengan total kemasukan 34 gol hingga pertandingan ke-16. Maung Bandung di urutan ketiga dengan kemasukan 31 gol sehingga posisinya kian tercecer di urutan 12.
Nasib baik dalam dua pertandingan awal putaran II Liga Super Indonesia (LSI) belum membuktikan solidnya lini pertahanan. Apa sebab? Gawang Markus tidak pernah clean sheet bahkan hingga ditekuk Persija 2-3, sudah lima gol yang berhasil menggetarkan gawang Maung Bandung.
Padahal, Persib menyimpan banyak pemain untuk lini pertahanan. Tujuh pemain belakang yang dimiliki Persib saat ini terbilang memiliki kemampuan serta jam terbang yang cukup. Bahkan, tidak jarang pelatih Daniel Roektio menurunkan pemain yang sebetulnya berposisi sebagai gelandang bertahan untuk berposisi sebagai kunci pertahanan.
Agung Pribadi misalnya, pemain belia ini kerap menjadi starter pada tiga pertandingan terakhirnya. Jika dirinya masih membutuhkan jam terbang, hal itu wajar sebab dia baru ditarik musim lalu dari binaan Persib. Agung sama halnya dengan Wildansyah yang terpaut beberapa tahun saja. Dua pemain tersebut berpeluang untuk tampil bersama Maman dan Abanda. Sedangkan sisanya, Daniel memiliki opsi lain seperti Nova Arianto, Gilang Angga Kusuma, Yudi Khoerudin dan Isnan Ali.
Namun statistik menunjukan, rata-rata gol kebobolan per pertandingan Persib di laga kandang mencapai total 1,82. Uraiannya, gol kandang 1,17 serta gol tandang 2,18. Hal itu sangat drastis dengan pencapaian pemuncak klasemen sementara Persipura Jayapura, yang rata-rata gol kebobolan per pertandingan hanya 0,75.
Menghadapi Persiwa Wamena tiga hari mendatang, Persib harus segera melakukan perbaikan di lini belakang bila tidak mau dipermalukan di kandang lagi. Sebab, Persiwa masih lebih baik soal rata-rata kebobolan per pertandingan dengan total 1,44. Namun, Badai Pegunungan -julukan Persiwa- memiliki rekor buruk saat bertandang dengan nilai 3,17.
Meski di atas kertas Persib unggul, kabar tidak sedap muncul dari lini tengah. Abanda Herman dipastikan tidak akan memperkuat Persib saat bertemu Persiwa nanti. Palang pintu asal Kamerun tersebut dilarang merumput setelah mendapat hukuman dua kartu kuning. Kartu kuning pertamanya diterima saat Persib berhasil menahan imbang Semen Padang 1-1 di Stadion H Agus Salim Padang, Sabtu (5/3), dan kartu kuning keduanya dikeluarkan wasit asing asal Malaysia Shokri Nor, saat Persib ditaklukkan Persija Jakarta 2-3, Jumat (18/3).
Selain Abanda, Persib juga terancam kehilangan bek muda M Agung Pribadi karena mengalami cedera engkel kaki kanan, setelah berbenturan dengan pemain Persija Greg Nwokolo dalam laga kandang pertama putaran kedua melawan Persija.
"Saya pasti akan melakukan perubahan skema permainan, dan merotasi beberapa pemain, khusunya lini belakang. Dan saya juga tidak merasa khawatir meski Abanda dan Agung harus absen. Kita masih punya banyak stok pemain belakang," pungkas Daniel.
Daniel menambahkan, rotasi tersebut sudah pantas mengingat tim butuh kemenangan dalam menyelamatkan misi menang di kandang. (far)
Sumber: OkeZoneBy: BP
0 comments:
Post a Comment