18 March 2011
SOREANG,(GM)-
Kapolres Bandung, AKBP Hendro Pandowo secara tegas tidak akan mengizinkan lagi Persib Bandung berlaga di Stadion Si Jalak Harupat kalau bobotoh berulah. Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan dalam pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta hari ini, personel gabungan Polri dan TNI yang diturunkan sebanyak 1.303 orang.
"Kita tegaskan kalau bobotoh Persib berbuat ulah hingga terjadi kerusuhan yang berdampak pada masyarakat, selama menjabat Kapolres Bandung, saya tidak akan mengizinkan Persib Bandung main lagi di Stadion Si Jalak Harupat," tegasnya kepada "GM" di ruang kerjanya, Kamis (17/3).
Menurut Hendro, untuk menggelar pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta, pihaknya sudah mengadakan rapat koordinasi dengan panitia pelaksana (panpel), manajemen, serta perwakilan bobotoh. Dalam rakor ini, semua pihak berkomitmen menjaga situasi kamtibmas.
"Karena semua sepakat, saya imbau bobotoh tidak berulah. Ini ujian bagi bobotoh untuk berlaku tertib dan saling menjaga situasi kamtibmas. Kalau tidak, jangan harap pertandingan Persib akan digelar lagi di Stadion Si Jalak Harupat," katanya.
Dijelaskan Hendro, dalam menjaga situasi ini, bobotoh berlaku tertib bukan hanya saat menuju stadion. Saat di dalam hingga pulang pertandingan, mereka harus tertib. "Kalah atau menang kita harus sportif. Saya juga pendukung dan pencinta Persib Bandung. Tapi kalau ada bobotoh yang berulah hingga merugikan masyatakat, saya tidak akan segan menindaknya," katanya.
Hendro menuturkan, personel yang diturunkan dalam pengamanan berasal dari Polres Bandung, Brimob Polda Jabar, TNI, dan unsur pengaman lainnya. Pihaknya juga akan menurunkan kendaraan taktis (rantis) untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Pola pengamanan bakal dilakukan di jalan-jalan yang dilewati bobotoh, di sekitar stadion hingga dalam stadion. Di dalam stadion, kita siapkan juga mobil rantis untuk para pemain maupun wasit. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kita juga akan lakukan razia terhadap senjata tajam, minuman beralkohol, dan petasan," katanya.
Disinggung apakah para pemain Persija atau Persib akan menggunakan rantis menuju stadion, Hendro menyatakan, pihaknya akan melihat situasi dulu. Tapi kalaupun tidak menggunakan rantis, pihaknya akan melakukan pengawalan bagi ofisial maupun pemain Persib dan Persija. "Kalau pemain ingin menggunakan rantis untuk lebih aman, kita tidak mempermasalahkannya karena kita sudah menyediakannya," katanya.
Tim Gegana
Sementara itu, pengamanan superketat juga diberlakukan Panpel Pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta. Untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi, Panpel Persib sampai harus melibatkan tim Gegana alias pasukan penjinak bom.
"Untuk pengamanan pertandingan ini, kita melibatkan sebanyak 1.800 personel keamanan. Itu hanya dari kepolisian saja. Belum dari kesatuan lainnya. Tim Gegana juga rencananya akan dilibatkan dalam pengamanan pertandingan ini," kata Sekretaris Panpel Persib, Budi Bram Rachman.
Dilibatkannya tim Gegana dalam pengamanan pertandingan Persib kontra Persija ini, sebagai bentuk kewaspadaan terhadap kemungkinan ancaman bom. Seperti dua kasus paket bom yang terjadi di Jakarta.
Dikatakan Bram, pengamanan khusus juga diberlakukan untuk tim Persija. "Pokoknya, kita ingin pertandingan ini bisa berjalan lancar, aman, dan terkendali tanpa ada gangguan keamanan," tegasnya.
Tiket palsu
Bram juga meminta kepada seluruh calon penonton pertandingan Persib kontra Persija, untuk mewaspadai peredaran tiket palsu. Kendati belum menemukan indikasinya, Bram mengingatkan, hal tersebut karena peredaran tiket palsu bukan tidak mungkin bakal ada menjelang pertandingan prestisius, yang sangat menyedot animo masyarakat untuk menyaksikannya ini.
"Untuk pertandingan biasa-biasa saja (bukan lawan Persija, red), tiket palsu sempat beredar. Boleh jadi, meski jumlahnya tidak akan terlalu banyak, tiket palsu untuk pertandingan ini pun bakal beredar," katanya.
Berdasarkan informasi yang didapatkan "GM" dari loket-loket pemesanan, sehari menjelang laga, tiket pertandingan sudah habis dipesan. Kelangkaan tiket ini bisa memicu oknum tertentu memanfaatkannya dengan mencetak tiket palsu. Selain itu, harga tiket yang sudah berada di calo pun, bisa jadi melambung karena banyak diburu calon penonton.
"Karena itu, kita mengimbau kepada bobotoh untuk tidak memaksakan diri datang ke Stadion Si Jalak Harupat jika tidak memiliki tiket. Sebaiknya, menonton saja di rumah atau di tempat-tempat lain, yang menggelar acara nonton bareng," katanya. (B.97/B.82)**
Sumber: Galamedia
By: BP
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment