Atas perlakuan ini, Umuh tidak terima dan siap melawan siapapun yang menghadang niatnya untuk tetap mempertahankan jabatannya sebagai dirut. Keinginan konsorsium yang meminta dirinya untuk melepas jabatan per tanggal 25 Mei nanti, sontak diprotes olehnya. Menurutnya, usaha untuk membangun Persib Bandung setelah lepas dari dana Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) Jabar tidak mudah, sehingga Ia tidak ingin melepas begitu saja atas putusan dari konsorsium tersebut.
"Saya cinta Persib, makanya saya ingin berjuang demi Persib. Saya tidak terima jika saya diturunkan dari dirut, karena harus ada orang Bandung yang mengisi tubuh PT. PBB. Enak saja, saya sudah berusaha untuk membangun Persib sejak lepas dari APBD, sekarang saya disuruh turun. Saya akan melawan apapun yang merugikan Persib. Saya disini juga karena saya cinta Persib, saya tidak ingin ada yang merusaknya," ujar Umuh saat memantau Persib Bandung menjalani sesi latihan di Stadion Siliwangi.
Umuh mengaku, Ia dipaksa untuk menandatangani surat pengunduran diri sebagai dirut PT PBB dan manajer Persib, saat perayaan ulang tahun Persib ke 78 di Mess Persib beberapa waktu lalu. Dalam surat tersebut, Umuh resmi berhenti dari jabatannya pada 25 Mei mendatang.
"Saya dipaksa. Saya terpaksa tandatangan waktu itu. Kalau tidak, uang saya (saham - red) Rp 5,7 miliar di PT PBB bisa hilang," tukasnya.
Akibatnya Ia terpaksa menandatangai surat pengunduran diri tersebut dan baru berpikir bagaimana nanti ke depan. "Saya tandatangan saja dulu, urusan nanti bagaimana nanti," katanya.
Ia menambahkan, sejauh ini dirinya sudah berkonsultasi dengan pakar hukum terkait masalah tersebut. Bahkan, ia akan mengambil langkah hukum untuk memproses hal itu.
"Menurut pakar hukum, (pengunduran diri) itu tidak sah. Saya nanti akan ambil langkah hukum," tegasnya.
Umuh pun menyesalkan, karena sebelum ada tandatangan dirinya. Pada surat tersebut sudah ada tandatangan komisaris dan wakil komisaris PT PBB, Zainuri Hasyim dan Kuswara S Taryono. Atas dasar itu, Umuh menilai ada unsur paksaan untuk menggulingkan dirinya secara tidak fair.
"Harusnya saya yang tandatangan lebih dulu. Masa saya yang mengundurkan diri, mereka (Zainuri dan Kusawara-red) yang tandatangan duluan. Kan sudah tidak benar," tegasnya.
Ia pun menambahkan, alasan konsorsium untuk memaksanya mundur karena tidak ingin ada orang asli Kota Bandung yang mengurus Persib.
"Saya diseret harus mundur dari PT PBB supaya tidak ada orang Bandung di dalamnya. Jakarta sudah merasa Persib milik mereka. Karena 70 persen saham Persib itu punya mereka. Yang asli orang Bandung (di PT PBB) hanya saya. Aslinya Zainuri Hasyim dan Kuswara S Taryono juga bukan orang Bandung. Sepertinya konsorsium tidak suka kalau Persib maju dipimpin saya. Mereka pikirannya bisnis, tidak ada hatinya untuk Persib," pungkasnya.
Sementara, saat Radar Bandung (Grup JPNN) berupaya untuk mengonfirmasi masalah ini kepada salah satu anggota konsorsium, Muhammad Farhan. Namun nomernya sulit dihubungi untuk meminta kejelasan, akan kekisruhan yang terjadi di tubuh PT PBB saat ini. (ytn)
Sumber: JPNN
By: BP
0 comments:
Post a Comment