TAK ADA INTI DAN CADANGAN

18 January 2011

SEMUA PEMAIN MEMILIKI PELUANG UNTUK TAMPIL

PARA pemain Persib berdoa sebelum menaiki kendaraan menuju Samarinda dari Hotel Bintang Sintuk Bontang, Kalimantan Timur, Senin (17/1). Sebelumnya, pelatih Daniel Roekito menyampaikan sejumlah hal sebelum bertolak menuju Samarinda.* ANDRI GURNITA/"PR"

SAMARINDA, (PR).-
Pelatih Persib Bandung Daniel Roekito menegaskan bahwa dalam tim "Maung Bandung" tidak akan ada lagi istilah pemain inti dan cadangan. Saat ini, dalam timnya hanya ada pemain yang bekerja keras, loyal, dan berkemauan.

"Ancaman" pelatih anyar Persib tidak hanya gertakan. Saat Persib dijamu Bontang FC, secara mengejutkan Daniel menurunkan beberapa pemain yang selama ini jarang bahkan belum pernah menjadi starting eleven. Sebut saja kiper Cecep Supriyatna, Dias Angga, dan kembali memasang pemain muda M. Agung Pribadi dalam barisan pertahanan.

Sementara itu, dua nama pemain Tim Nasional yaitu Markus Haris Maulana duduk di bangku cadangan, bahkan Bhaihakki Khaizan sama sekali tidak tercatat namanya dalam line up pemain. "Alasan rotasi atau perombakan besar, itu terserah Anda. Saya tidak akan mengungkapkannya," ujar Daniel kepada Wartawan Pikiran Rakyat Novianti Nurulliah dan Andri Gurnita di Hotel Mesra, Kota Samarinda, Senin (17/1).

Menurut dia, keputusan pemilihan pemain ketika melawan Bontang FC melalui proses dan evaluasi pertandingan perdana yang dia tangani saat melawan Sriwijaya FC. Sebelumnya, ia melakukan observasi terhadap fisik pemain dan juga taktik. Setelah observasi, Daniel memutuskan harus melakukan perubahan.

"Saya baru melihat kondisi nyata tim setelah pertandingan pertama melawan Sriwijaya FC. Ada beberapa masalah dalam tim terutama mental. Saya kemudian berpikir harus melakukan perubahan. Namun, yang saya lakukan tidak radikal, hanya rotasi bagi pemain yang saya anggap mampu. Kalau kondisi ini sudah saya ketahui sebulan lalu, mungkin Persib tidak akan mengalami kekalahan telak saat melawan Sriwijaya," ujar Daniel.

Menurut Daniel, pemain yang dia anggap mampu tersebut merupakan pemain yang mau bekerja dan sungguh-sungguh. Namun, Daniel mengakui, pada laga melawan Bontang FC, hasilnya masih belum maksimal. "Namun, minimal hasilnya baik. Kemarin itu memang anak-anak ingin menang, enggak mau kalah. Merasa terbebani, jadi serbasalah, salah umpan, salah kontrol bola. Namun, kemenangan ini setidaknya membuat beban menjadi ringan. Setelah menang, Eka menangis. Menurut yang saya rasakan, kemenangan ini memang mengurangi beban mereka," katanya.

Umumkan pemain

Pada kesempatan tersebut, Daniel mengungkapkan, dia tidak akan mengumumkan nama-nama pemain sehari sebelum hari pertandingan. Saat melawan Bontang misalnya, dia memberitahukan siapa saja yang akan diturunkan setelah ia menghadiri rapat pada pukul 16.00 WITA, sementara itu pertandingan dimulai Pukul 20.00 WITA.

"Para pemain kaget ketika saya mengumumkan komposisi pemain. Saya enggak peduli. Kalau mereka sudah tahu satu hari sebelum pertandingan, kadang-kadang enggak mau menjaga kondisi. Saya ingin pemain selalu siap," ujar mantan pelatih Persiba Balikpapan itu.

Menurut Daniel, dia akan mengutamakan pemain terbaik, yang mau bekerja keras, disiplin, dan menjaga kondisi. "Kalau ada yang ketinggalan ya kita tinggal. Yang senior juga akan saya beri sanksi dan tidak akan diturunkan dalam pertandingan jika tidak disiplin. Pemain senior tidak tampil enggak menjadi masalah buat saya. Mereka harus terpacu, bersaing dengan yang lainnya. Jika pemain enggak latihan sehari menjelang pertandingan, pasti tidak akan saya mainkan. Enggak peduli siapa pun, Gonzales sudah tahu itu. Para pemain dibayar mahal untuk latihan dan bertandingan selama 90 menit," katanya.

Selanjutnya, Daniel menambahkan besar kemungkinan pada laga berikutnya melawan Persisam Samarinda, Kamis (20/1), dia akan kembali akan melakukan rotasi. "Yang jelas, akan ada perubahan formasi. Bukan coba-coba, saya hanya ingin menang. Saya enggak bisa andalkan nama besar, tetapi pemain yang mau bekerja," katanya.

Sementara itu, para pemain menyambut baik gebrakan yang dilakukan Daniel. Kapten Persib Eka Ramdani mengatakan, tim perlu poin. "Pelatih memberikan formasi seperti kemarin awalnya kaget, akan tetapi kami percaya pada keputusannya. Dia dan kami juga memiliki tujuan yang sama, ingin menang," katanya.

Siswanto mengatakan, pelatih seharusnya seperti itu yakni percaya dengan kemampuan seluruh pemainnya. "Jadi, ketika ada pergantian pemain kita harus siap. Ketika pelatih memberikan formasi pemain, mungkin kata orang enggak tepat. Namun, pelatih sangat tahu dengan kondisi tim, kita juga percaya dengan keputusannya," katanya.

Atep menambahkan, dengan sistem rotasi ini, menambah motivasi para pemain Persib. "Pemain yang selama ini diturunkan, tidak mau tergeser dengan pemain lain. Mereka harus bekerja keras untuk mempertahankan posisinya. Ini persaingan yang fair," ujar mantan pemain Persija itu.***

Sumber: PR

By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger