GELANDANG Persib Eka Ramdani tersenyum saat fotografer hendak memotretnya yang berkepala plontos di Hotel Bintang Sintuk, Bontang, Senin (17/1). Eka mencukur rambut kepalanya seusai Persib mengalahkan Bontang FC.* ANDRI GURNITA/"PR"
SOROTAN para pemain, pelatih, dan ofisial Persib pagi itu tertuju dengan penampilan baru kapten tim Eka Ramdani. Ada yang berbeda dengan Eka. Senin (17/1) pagi, ketika Persib hendak berkemas menuju Samarinda. Eka muncul dengan kepala plontos, rambutnya dibabat habis.
Eka pun hanya tersenyum-senyum ketika tiba di ruang makan dan mendengar komentar yang datang dari teman-temannya ataupun pelatih yang saat itu sedang menyantap sarapan pagi di lobi Hotel Bintang Sintuk Bontang. Manajer Persib, Umuh Muchtar pun ikut terkejut ketika dia baru datang ke ruang makan.
"Wah Eka botak, apalagi kalau lawan Persisam nanti menang, jangan-jangan alisnya dicukur sebelah," ucap Umuh bercanda yang disambut dengan gelak tawa. "Ini mah bukan kaul. Lagi pengen botak saja," ujar Eka sambil tertawa.
Eka mengakui, keputusannya untuk menghabisi rambutnya ditentang sang istri. Namun, dia tetap nekat. "Istri saya saja enggak suka saya botak," ucapnya.
Eka mengatakan, tak seorang pun yang menyuruh atau mendorongnya untuk memangkas rambutnya. "Kebetulan Vava (Nova) kan sering bawa alat pencukur rambut, saya pinjam. Lalu malam-malam setelah beres pertandingan di hotel saya minta tolong Cecep (kiper) untuk menggunduli kepala saya," ujar bapak dua anak itu.
Menurut Eka, penampilan tanpa rambut lebatnya itu merupakan kali kedua selama ia berkarier dalam sepak bola. Sebelumnya, ia menggunduli rambutnya pada 2005 silam.
Ia meminta, penampilannya saat ini jangan terlalu dibesar-besarkan dan jangan terlalu dikait-kaitkan dengan kemenangan Persib. Ia menegaskan, penampilan dia saat ini hanya untuk kenyamanannya.
Selebihnya, Eka menambahkan, kemenangan atas Bontang merupakan ganjaran yang setimpal bagi Persib yang telah melalui perjalanan yang cukup melelahkan. Perlu persiapan khusus untuk melakoni tur Kalimantan itu, antara lain obat-obatan yang harus mereka konsumsi sebelum pergi agar tidak lemas atau muntah di tengah perjalanan. (Novianti Nurulliah/"PR")***
Sumber: PR
By: BP
0 comments:
Post a Comment