MENDAPAT SANKSI SEUMUR HIDUP

6 December 2010

JAKARTA, (PR).-
Sebanyak lima perangkat pertandingan (PP) mendapat sanksi seumur hidup tidak boleh aktif dalam kegiatan sepak bola nasional di bawah naungan PSSI. Sanksi ini diberikan karena mereka memimpin pertandingan persahabatan klub Liga Primer Indonesia (LPI).

Kelima perangkat pertandingan tersebut adalah Mudjito dari Surabaya, Fiator Ambarita dari Bandung, Ahmad Sukamdi dari Nganjuk, Winarno Bachtiar dari Mojokerto, dan R.A. Mas Agus dari Surabaya. Mereka masing-masing menjadi pengawas pertandingan, wasit, asisten wasit 1, asisten wasit 2, dan wasit cadangan pada pertandingan antara tim Bogor Raya dan Batavia FC di Stadion Persikabo Bogor, Cibinong, 29 November lalu.

"Mereka nyata-nyata telah melakukan pelanggaran atas statuta PSSI. Berdasarkan Kode Disiplin PSSI, Komisi Disiplin (Komdis) berhak menjatuhkan sanksi kepada mereka," kata Ketua Komdis PSSI, Hinca Pandjaitan, S.H., M.H., ACCS, saat mengumumkan keputusan Komdis, Kamis (2/12) malam, di Senayan, Jakarta.

Hinca mengatakan, Komdis telah memutuskan mencabut seluruh sertifikat yang pernah diterima mereka di lingkungan PSSI, baik pusat maupun daerah dan dari AFF atau AFC.

Dari pemantauan dan verifikasi yang dilakukan Ketua Bidang Pelatihan PSSI, Muhammad Zein, tercatat ada enam belas perangkat pertandingan yang bertugas pada kegiatan tidak di bawah naungan PSSI.

Keempat PP adalah Mudjito (Surabaya), Maddenuh (Semarang), Ahmadi (Semarang), Untung Darmadi (Sragen). Sementara dua belas nama wasit, asisten wasit, atau wasit cadangan adalah Fiator Ambarita (Bandung), Ahmad Sukamdi (Nganjuk), Winarno Bachtiar (Mojokerto), R.A Mas Agus (Surabaya), Waskito Bakti (Semarang), Ahmad Romdon (Kendal), Muchlisin (Semarang), Sutejo (Semarang), Doni Sugiarto (DIY), Muchlis Ali Fatoni (Kendal), Tavip Dwi Hartono (Wonosobo), Eko Purwanto (Kendal). (A-65)***

Sumber: PR

By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger