GONZALES PERNAH DIHUKUM DANIEL

3 December 2010

MEMORI Cristian "El Loco" Gonzales terkuak kembali dengan hadirnya Daniel Roekito. Warga negara asing yang kini diakui sebagai warga Indonesia itu teringat dengan catatan masa lalunya ketika membela Persik Kediri pada 2006. Saat itu, striker asal Uruguay tersebut menjadi anak asuh pelatih kelahiran Rembang itu.

"Saya pernah mendapatkan sanksi dari Daniel gara-gara tidak mengikuti latihan," katanya. Alhasil, bapak empat anak itu tidak terdaftar dalam starting eleven pada satu pertandingan sebagai hukumannya. Gonzales harus duduk di bangku cadangan dan bermain pada babak kedua.

Menurut penyerang Timnas Indonesia itu, tindakan tersebut merupakan sikap profesional Daniel. Ketika Gonzales hilang di lapangan, Daniel tidak ragu untuk mengecek langsung Gonzales di rumahnya.

Sesampainya Daniel di kediamannya, menurut Gonzales, lelaki 58 tahun itu menemukan dirinya sedang tertidur pulas. "Dulu saya tinggal sendiri di Kediri, istri dan anak saya di Surabaya, alarm waktu itu mati. Tidak ada yang membangunkan saya," tutur lelaki kelahiran 30 Agustus 1976 itu.

Menurut pemain bernomor punggung 99 tersebut, Daniel merupakan sosok pelatih yang perhatian terhadap anak asuhnya. Kedatangan mantan manajer teknik Persiba Balikpapan saat itu, semata-mata karena khawatir terjadi sesuatu terhadap pemain sehingga tidak mengikuti latihan.

Perhatian Daniel tidak hanya ketika Gonzales memperkuat Persik. Ketika pemain bertato naga itu migrasi ke Persib, hubungan mereka tidak pernah putus. Terkadang, Gonzales yang menelefon dia, begitu pula sebaliknya. Mereka hanya ingin menyambung silaturahmi dan saling berbagi. "Ya saya selalu curhat," ujarnya.

Gonzales mengakui, dia menyambut baik kehadiran Daniel di Persib. Menurut dia, Daniel merupakan sosok pelatih yang profesional, disiplin, dan tegas, tetapi tetap dekat dengan pemainnya.

"Namun, siapa pun pelatihnya, saya selalu support dan terima keputusan ofisial terutama petinggi Persib. Saya hanya menghormati dan berusaha untuk main bagus dan apa pun keputusannya saya berharap yang terbaik untuk Persib dan untuk masyarakat Jawa Barat," kata peraih pencetak gol terbanyak musim lalu itu.

Sementara itu, Nova Arianto juga mengaku senang meskipun Daniel bukanlah sosok asing. Nova pernah ditangani Daniel ketika pemain bernomor punggung 30 itu membela PSS Sleman pada 2001-2002.

Pemain berkepala plontos itu yakin, Daniel dapat membawa perubahan pada Persib. Dia mengaku optimistis Persib bisa bangkit, karena Daniel merupakan motivator yang baik dan selalu menerapkan disiplin. "Dia bisa mengangkat Persib dari degradasi, tinggal benahi saja komunikasi tim," katanya.

Selain Nova, Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis senang dengan rekanan duet barunya itu. "Ketika kami kursus kepelatihan, saya melihat sosok Daniel itu pelatih yang bagus. Dia pandai mengatur dan menerapkan strategi. Selain itu, dia memang pelatih yang disiplin," katanya.

Robby siap untuk memadukan program-program latihan yang selama ini telah dijalani. Hal itu akan dilakukan setibanya Daniel di Bandung, Jumat (3/12) ini. (Novianti Nurulliah/"PR") ***

Sumber: PR

By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger