BANDUNG, TRIBUN - Kekalahan tiga kali beruntun membuat kursi pelatih Persib yang diduduki Jovo Cuckovic kian panas. Meskipun manajemen belum berani tegas tentang masa depan Jovo, bobotoh sudah mengirim pesan, Jovo harus segera mundur setelah Persib kalah dari PSPS Pekanbaru 0-1 di Stadion kaharudin Nasution, Selasa (2/11).
Tuntutan Jovo mundur mengalir deras dalam jejering sosial, baik itu facebook dan twitter yang dilayangkan oleh bobotoh dalam akun mereka masing-masing. Jika ditarik garis merahnya maka semuanya sepakat bahwa manajemen harus tegas soal masa depan Jovo dan berharap ada sosok pelatih baru yang jauh lebih berkualitas.
Bobotoh awalnya berharap, Jovo bisa lebih baik dari calon pelatih Persib sebelumnya, Daniel Darko Janackovic. Ketika Darko tak jadi direkrut, Jovo menjadi pilihan utama dengan mempertimbangkan bahwa Jovo bisa diterima oleh para pemain.
Saat itu, Jovo menyisihkan calon pelatih berkualitas yang awalnya disiapkan manajemen yaitu Stephen David Darby. Darby merupakan asisten pelatih timnas Thailand. Dia pun pernah membawa beberapa klub di Liga Singapura juara, seperti Home United.
Namun setelah kompetisi bergulir banyak pemain yang mengeluhkan pola latihan Jovo yang terkesan monoton, termasuk banyaknya bunyi peluit yang ditiup Jovo karena pemain kerap salah dalam menjalankan strateginya.
Puncaknya yaitu saat Persib dikalahkan Persija 0-3, empat hari yang lalu. Seusai pertandingan tersebut, manajemen menegaskan akan mempertimbangkan kursi kepelatihan Jovo Cuckovic setelah pertandingan melawan PSPS Pekanbaru.
Jovo bereaksi dengan menyebut bahwa dirinya bekerja sendirian dalam melatih Persib.
Intruksi yang diberikannya kepada pemain di lapangan, tak sesuai dengan keinginannya. Dia pun mengeluhkan sikap pemain yang kerap tak memperhatikannya saat latihan. Manajemen membela pemain dengan menyebut bahwa bahasa menjadi kendala dan menjadi penyebab terputusnya komunikasi antara pelatih dan pemain.
Sumber: Tribun
By: BP
0 comments:
Post a Comment