LAWAN Persib selanjutnya adalah Deltras Sidoarjo, tim yang meraih kemenangan ketika melawan tim sekelas Sriwijaya FC 3-1 pada pertandingan perdana mereka. Kita tahu, Sriwijaya adalah tim yang mengalahkan Persib pada Indonesia Inter Island Cup 2010 dengan skor 6-0. Akan tetapi hal itu bukan jadi ukuran. Liga Super Indonesia ini adalah kompetisi yang berbeda.
Yang pasti Deltras itu lebih termotivasi ketika melawan tim sekelas Sriwijaya FC. Mereka menjalankan strategi dan taktik yang ampuh sehingga bisa mengalahkan Sriwijaya FC. Padahal dari segi materi pemain mereka di bawah Sriwijaya. Hal tersebut bisa jadi terulang lagi ketika mereka akan menghadapi Persib. Jadi jangan anggap enteng mereka.
Sebetulnya, apabila menengok sejarah, laga tandang Persib ke kandang Deltras itu ada catatan, bahwa Persib pernah menekuk Deltras 2-0 pada tahun 2008 lalu. Menurut saya, Persib tetap tidak boleh kehilangan angka. Namanya juga main di kandang lawan, target jangan muluk-muluk, karena persiapan Persib itu kurang.
Main di kandang lawan memang harus banyak yang diantisipasi Persib. Pertama dari faktor dukungan penonton, di mana pendukung Deltras lebih banyak. Yang kedua faktor cuaca, kadang hal ini cukup memengaruhi kebiasaan Persib yang sudah kelewat nyaman dengan cuaca Bandung yang sejuk. Namun, karena sudah menyesuaikan diri di Sidoarjo beberapa hari ke belakang, faktor cuaca jangan jadi kendala lagi. Mudah-mudahan sudah bisa teratasi, saya yakin pemain Persib bisa profesional.
Persib memiliki bekal materi yang sudah tidak diragukan lagi. Pemain Persib tetap di atas Deltras. Namun yang namanya sepak bola, merupakan kerja sama tim.
Sekarang ini, Persib dihuni juga pemain dari Singapura, sehingga jadinya tim gabungan Indonesia dengan Singapura, apalagi salah seorang pemain Singapura itu kapten timnas Singapura. Saya kira Shahril Ishak lebih mengerti di lapangan. Sebagai pemain profesional diharapkan dia bisa cepat beradaptasi dengan pemain lain, sehingga membuat permainan Persib lebih hidup.
Saat ini, saya melihat tim belum terlalu padu dengan munculnya nama-nama pemain yang baru bergabung. Selain itu, Persib minim uji coba. Ketika melawan Persela Lamongan dengan hasil imbang merupakan sebuah keberuntungan.
Saya melihat kerjasama antarlini belum padu. Pola 4-4-2 sepertinya belum bisa diaplikasikan maksimal para pemain. Pemain belum bisa beradaptasi. Pergerakan pemain kurang efektif, jadi terlihat lari kemana-mana dan belum padu.
Saya belum mengetahui karakter Jovo Cuckovic. Berdasarkan latar belakang dia, yang pasti sudah mengantongi watak sepak bola Eropa. Ia merupakan pelatih yang cukup berpengalaman dan senior meski hanya aktif dalam pembinaan saja, tetapi setidaknya dia bisa berikan yang terbaik untuk Persib.
Berdasarkan informasi Jovo sudah mengantongi tipe permainan Deltras karena dia sudah menonton pertandingan mereka sebelumnya. Dia pasti punya resep dan startegi untuk menangani Deltras karena dia sudah mempunyai catatan soal itu. Kita lihat saja bagaimana cara pelatih internasional menangani nasional.
Sementara itu, pelatih Deltras, Mustaqim, cukup berpengalaman dalam kancah sepak bola nasional. Sebelum menangani Deltras, dia pernah melatih di Lamongan dan unggul dalam aplikasi taktik.
Saya simpulkan, pada pertandingan Sabtu ini Persib mampu mencuri angka dari tuan rumah pun sudah bagus, karena persiapan kurang dan jam terbang tim pun terbilang minim. Ke depan saya kira Persib harus kembali menjawab keraguan bobotoh ketika menjalani laga tandang. Lawan Deltras merupakan momentum terbaik.***
Sumber: PR
By: BP
0 comments:
Post a Comment