Pelatih asal Belanda itu memprediksi di masa depan Goran akan tampil di level yang lebih tinggi.
PSM Makassar baru saja memetik kemenangan atas tuan rumah Persib Bandung, Sabtu (23/10) malam di Stadion Siliwangi, Bandung. Kemenangan ini membuat mereka mampu mengeruk sembilan poin dari empat pertandingan Superliga Indonesia yang sudah dilakoni.
Sukses PSM di awal musim selalu dihubungkan dengan pelatih jenius Robert Rene Albert, tetapi dari pengamatan GOAL.com Indonesia ada sosok lain yang bisa dikatakan tidak kalah pentingnya, yaitu pemain bertahan bernomor punggung lima, Goran Subara. Barisan penyerang Persib Bandung yang dihuni oleh bomber tajam seperti Cristian Gonzales dan Pablo Frances bahkan mati kutu tidak mampu menembus lini pertahanan Juku Eja yang digalang oleh pemain asal Australia tersebut.
Sektor belakang Juku Eja menjadi begitu kokoh berkat kehadiran pemain muda kelahiran 4 April 1987 tersebut dan seusai PSM berpesta kemenangan di Siliwangi, GOAL.com Indonesia meminta pendapat langsung dari sang juru taktik Rene Albert soal pemain yang didatangkannya dari tim Singapura, Gombak United tersebut.
"Di Indonesia kecenderungannya pemain asing datang untuk kemudian diseleksi dan dipilih oleh klub. Saya melakukan hal sebaliknya. Saya sengaja datang ke Singapura untuk melihat Goran beraksi dan saya langsung tertarik memboyongnya ke Indonesia," kata Rene.
"Dia masih muda, baru berusia 23 tahun. Saya memprediksi dalam waktu dua musim ke depan dia akan tampil di kompetisi yang lebih tinggi. Goran memiliki potensi untuk menjadi pemain istimewa," pujinya.
"Saya membandingkannya dengan [Pierre] Njanka. Saya rasa dia akan menjadi salah satu pemain bertahan paling tangguh di kancah sepakbola nasional," imbuh Rene sambil mengakhiri komentar terhadap salah satu pemain kesayangannya tersebut.
Sukses PSM di awal musim selalu dihubungkan dengan pelatih jenius Robert Rene Albert, tetapi dari pengamatan GOAL.com Indonesia ada sosok lain yang bisa dikatakan tidak kalah pentingnya, yaitu pemain bertahan bernomor punggung lima, Goran Subara. Barisan penyerang Persib Bandung yang dihuni oleh bomber tajam seperti Cristian Gonzales dan Pablo Frances bahkan mati kutu tidak mampu menembus lini pertahanan Juku Eja yang digalang oleh pemain asal Australia tersebut.
Sektor belakang Juku Eja menjadi begitu kokoh berkat kehadiran pemain muda kelahiran 4 April 1987 tersebut dan seusai PSM berpesta kemenangan di Siliwangi, GOAL.com Indonesia meminta pendapat langsung dari sang juru taktik Rene Albert soal pemain yang didatangkannya dari tim Singapura, Gombak United tersebut.
"Di Indonesia kecenderungannya pemain asing datang untuk kemudian diseleksi dan dipilih oleh klub. Saya melakukan hal sebaliknya. Saya sengaja datang ke Singapura untuk melihat Goran beraksi dan saya langsung tertarik memboyongnya ke Indonesia," kata Rene.
"Dia masih muda, baru berusia 23 tahun. Saya memprediksi dalam waktu dua musim ke depan dia akan tampil di kompetisi yang lebih tinggi. Goran memiliki potensi untuk menjadi pemain istimewa," pujinya.
"Saya membandingkannya dengan [Pierre] Njanka. Saya rasa dia akan menjadi salah satu pemain bertahan paling tangguh di kancah sepakbola nasional," imbuh Rene sambil mengakhiri komentar terhadap salah satu pemain kesayangannya tersebut.
Sumber: Goal
By: BP
0 comments:
Post a Comment