AGAR BISA MENINGKATKAN KERJA SAMA DAN KOMUNIKASI
BANDUNG, (PR).-
Persib perlu melakukan pembenahan pola pikir bertanding untuk meningkatkan kerja sama dan komunikasi di lapangan. Hal itu menyusul hasil yang kurang memuaskan dalam dua laga awal Persib, terutama setelah kalah telak di kandang Deltras Sidoarjo (1-4), Sabtu (2/10) lalu.
"Masalahnya ada pada pikir pemain," kata Jovo sambil menunjuk kepalanya ketika ditemui di Bandara Husein Sastranegara Bandung, sepulangnya dari Surabaya, Minggu (3/10).
Menurut dia, masalah utama tersebut memengaruhi kerja sama dan komunikasi tim. Dengan demikian, dalam persiapan menjelang laga selanjutnya, selain mengasah kemampuan pemain, Jovo bertekad untuk membangun pemahaman dan konsentrasi pemain.
Ia mengaku, dalam dua kali pertandingan tersebut termasuk melawan Persela Lamongan pada pertandingan perdana, kerja sama maupun komunikasi tim belum begitu padu. Hal itu disebabkan waktu persiapan tim untuk menghadapi kompetisi begitu singkat, ditambah komposisi pemain yang tidak lengkap.
"Dari awal, kami kehilangan lima pemain karena mengikuti timnas," katanya. "Ketika mereka kembali ke tim, ternyata untuk mengompakkan dengan pemain lainnya terbilang sulit. Terbukti dalam dua laga tersebut, pemain seakan-akan bekerja secara individual," tambahnya.
Selain itu, ia mengakui persiapan Persib begitu minim dan singkat. Persib belum sempat menggelar uji coba.
Pilar Timnas
Persiapan yang minim kini terulang ketika Persib akan menjamu Persiba Balikpapan, Sabtu (16/10). Jovo harus mempersiapkan tim dalam formasi yang kurang lengkap. Pasalnya, lima pilarnya akan kembali melakukan pemusatan latihan di Timnas menghadapi uji coba melawan Timnas Uruguay, Jumat (8/10). Lima pemain tersebut adalah Markus Haris Maulanan, Eka Ramdani, Atep, Nova Arianto, dan Maman Abdurahman selama sepekan ke depan akan berada di Jakarta.
Ketika kedatangan tim ke Bandung, hanya Atep dan Eka yang masih tergabung dalam rombongan. Maman, Markus dan Nova langsung terbang ke Jakarta dari Surabaya.
Lelaki 61 tahun itu menambahkan, masalah kerja sama antarlini dalam tim Persib sampai saat ini menjadi faktor utama. Perubahan skema 4-4-2 dari 3-5-2 bukanlah kendala. "Saat ini yang terjadi di Persib adalah pemain tidak kompak," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Manajer Persib, Dedy Firmansyah mengatakan, kondisi pemain mulai membaik. Pihaknya akan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh mengenai lawatan awal Jawa Timur.
Ia menambahkan, tim akan libur selama dua hari (Minggu dan Senin) dan akan kembali latihan, Selasa (5/10) nanti.
Ketika tim mendarat di Bandung, Hariono dan Siswanto tidak ikut serta dalam rombongan. Mereka diberi kesempatan untuk pulang kampung sebelum memulai latihan, Selasa (5/10).
Sementara itu, kapten tim Persib Nova, sempat terlihat putus asa ketika dikalahkan Deltras. Pada akun jejaring sosial miliknya, Nova sempat memberikan pernyataan dalam sebuah status yang disusun satu jam seusai pertandingan.
"Kami memang jadi pecundang malam ini, tidak bisa memberikan yang diharapkan bobotoh semua. Semangat itu akan tetap menggebu walaupun kalian mulai tidak percaya kepada kami. Thanks atas kritikan dan masukannya semua".
Mantan pemain Persebaya itu meminta untuk tidak saling menyalahkan, termasuk dalam hal wasit. "Jangan salahkan wasit karena itu sudah biasa, tetap semangat Persib ke depan harus bisa lebih baik lagi. Thanks buat bobotoh." ujarnya. (A-183)***
Sumber: PR
By: BP
0 comments:
Post a Comment