MENIT ke-53 menjadi penyempurna setiap serangan Persib yang selalu digagalkan kiper PSM, Denny Marcel. Beberapa detik sebelumnya, upaya penyelamatan gawang oleh pemain tengah PSM, Hendra Ridwan, berbuah hukuman penalti dari wasit Olehadi karena menjatuhkan gelandang serang Persib, Shahril Ishak.
Untuk mengeksekusi penalti, skuad Persib lantas memercayakannya kepada pemain lini tengah, Atep. Pemain bernomor punggung 7 ini tidak main-main dengan kepercayaan yang disandangnya.
Satu tendangan cukup keras mampu mengoyak gawang "Ayam Jantan dari Timur", sekaligus menjadi penyeimbang gol. Maklum saja, pada menit 43, Persib telah lebih dahulu menelan pil pahit lewat gol sundulan striker PSM, Andi Oddang. Ini akibat dari lini belakang Persib yang kembali tidak fokus.
Meskipun dari titik penalti, gol Atep ini disambut riuh rendah teriakan para Bobotoh yang bergema ke seluruh penjuru Stadion Siliwangi pada Sabtu (23/10) malam. Dengan gegap gempita, pendukung fanatik Persib ini mengelu-elukan nama Atep, sang eksekutor tangguh.
Ditemui selepas pertandingan, Atep menceritakan sempat merasa tegang dan terbebani karena tugas eksekusi tersebut. Satu kesalahan saja memiliki risiko sangat besar sekali. Namun, ia tetap memiliki keyakinan mampu menjebol gawang "Juku Eja" tersebut.
"Itu seharusnya Gonzales (yang mengeksekusi). Namun, Gonzales menyerahkannya sama Eka. Namun Eka juga menyerahkan lagi sama saya. Ya sudah, kenapa engga dicoba?" katanya.
Atep bukan asal berani mencoba. Namun, ia memang sering melatih tendangan penaltinya. Ia melatih keampuhan tendangannya demi mengambil kesempatan jika hukuman penalti dijatuhkan.
"Sewaktu latihan saya merasa mampu, jadi saya pikir ketika bertanding saya pasti mampu juga," tutur pria yang berusia 25 tahun ini.
Kedigjayaan itu hampir sempurna hingga menit ke-84, beberapa saat sebelum pertandingan berakhir. Saat itu, pemain belakang Persib Wildansyah rupanya tak sanggup menahan laju kakinya untuk menendang si kulit bundar ke luar lapangan. Namun, arah tendangan pemain bernomor punggung 7 itu salah dan malah masuk gawang sendiri.
Terlepas dari "kecolongan" itu, Atep mengakui permainan lawannya kali ini penuh kedispilinan. Beberapa kali striker Persib berusaha menjebol gawang Marcel, selalu dapat dijinakkan. "Ditambah ada sedikit konsentrasi yang lepas," ujar Atep.
Dukungan penuh untuk "Maung Bandung" tidak berhenti sampai di situ. Bahkan manajer Persib pun, Umuh Muchtar, menegaskan tidak akan menyalahkan pemain. Hal yang biasa dalam sepak bola, begitu kira-kira poin dari pernyataan manajer.
Kapten Persib, Eka Ramdani, juga memiliki pendapat serupa. Menurut dia, masalah gol bunuh diri dari Wildan tidak perlu dibesar-besarkan. "Itu lumrah. Yang penting kami harus segera memperbaiki kekurangan pada saat bertanding. Evaluasi pertandingan barusan harus segera dilakukan agar kedepannya bisa bangkit kembali," ujar pemain yang pada babak kedua digantikan oleh Jejen Zainal Abidin ini.
Baik Atep maupun Wildan, keduanya sudah berupaya maksimal memberikan yang terbaik bagi timnya. Bahkan seluruh pemain juga telah mematuhi instruksi pelatih, Jovo Cuckovic.
Tak dapat dimungkiri, permainan "Pangeran Biru" kali ini cukup cantik meski belumlah optimal. Persib baru menjalani empat kali laga dan perjalanan masih panjang. Lupakan kekalahan, tetap semangat! (Eva Fahas/"PR")***
Sumber: PR
By: BP
0 comments:
Post a Comment