LAPANGAN TIDAK STERIL DARI PENONTON

9 August 2010

STRIKER Persib Cristian Gonzales menghibur seorang anak yang menangis akibat terkena bola saat latihan di Lapangan Brigif, Kota Cimahi, Minggu (8/8). Latihan yang dimulai sejak pukul 15.00-17.00 WIB tersebut dipenuhi warga yang menonton dengan duduk di lapangan.* ADE BAYU INDRA/"PR"

LATIHAN Persib Bandung pada hari keempat, Minggu (8/8), yang berlangsung di Lapangan Brigif Cimahi tidak steril dari penonton. Tidak seperti latihan selama tiga hari sebelumnya di Lapangan Sepak Bola Universitas Pendidikan Indonesia, penonton hanya bisa menyaksikan dari tempat duduk tribun barat.

Pelatih Daniel Darko Janackovic menerapkan disiplin tinggi sehingga penonton ataupun wartawan tidak boleh berada di area lapangan dan ofisial.

Latihan yang dimulai sejak pukul 15.00-17.00 WIB tersebut dipenuhi warga yang menonton sesi latihan. Sayangnya, mereka kurang tertib karena bisa bebas masuk dan duduk-duduk di lapangan. Bahkan akibatnya, salah seorang anak terkena bola tendangan salah seorang pemain Persib tepat di kepala hingga dia menangis. Cristian Gonzales dan Vagner Marins sempat mendatangi anak tersebut dan memberinya minum sebelum melanjutkan latihan.

Asisten Manager Persib, Dedi Firmansyah, mengatakan tidak sterilnya lapangan dari penonton bukan karena ketidakhadiran Janackovic. "Namun, memang kondisi lapangan di sini sulit disterilkan," katanya. Lapangan Brigif memang tidak tertutup seperti Lapangan Sepak Bola UPI, sehingga warga dengan bebas bisa masuk dan menonton tepat di pinggir lapangan.

Dedi menuturkan, latihan terpaksa dilakukan di Brigif karena Lapangan di UPI sedang dipergunakan. "Di sana (UPI) kita tidak bisa booking langsung. Hanya bisa per satu kali latihan. Karena kan urusannya pendidikan, kalau dipakai mahasiswa ya kita tidak bisa," katanya.

Latihan hari ini, Senin (9/8), juga akan dilakukan di Lapangan Brigif. Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis mengatakan tidak tahu bagaimana tanggapan Janackovic besok jika melihat kondisi lapangan yang tidak steril dari penonton.

Sementara itu, Dedi mengatakan, belum ada kepastian mengenai lapangan yang akan dipergunakan Persib latihan selama bulan Ramadan. Latihan pada bulan tersebut dilakukan malam hari, sehingga dibutuhkan lapangan dengan fasilitas lampu yang memadai.

"Kandidat mungkin Lapangan ITB, tetapi itu juga belum pasti. Karena kan batas penggunaan lampu di sana hanya sampai pukul 21.00 WIB. Sementara latihan kan pukul segitu baru dimulai," katanya. Kemungkinan dimajukannya waktu latihan menjadi pukul 19.00 WIB pun dirasa tidak mungkin karena harus menghormati pemain yang akan melaksanakan salat Tarawih.

Selain itu, dia menuturkan, kemungkinan latihan di Stadion Si Jalak Harupat juga tidak memungkinkan. "Terlalu jauh, dan rencananya lapangan dibongkar," ujarnya. Sementara, untuk Stadion Persib, dia menambahkan, masih dipertimbangkan karena perlu banyak perbaikan pada rumput dan lampu stadion. (Siska Nirmala Puspitasari) ***

Sumber: PR

By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger