KIPRAH Markus bersama Arema Indonesia --klub pertama yang mendaftarkan nama muslimnya-- tidak tuntas. Karena ada konflik dengan pelatih Robert Rene Alberts (Belanda), Markus terdepak dari skuad Arema. Meskipun demikian, Markus bisa terus mengibarkan namanya bersama Persib Bandung yang menampungnya di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009/ 2010.
Adalah hubungan baiknya dengan Manajer Persib, H. Umuh Muchtar yang membawa Markus ke Bandung. Di klub kebanggaan bobotoh ini pula kemudian Markus diperkenalkan dengan seorang pengusaha tinta bernama H. Deddy Firmansyah yang menjabat sebagai Wakil Manajer Persib.
Selain bisa terus mempertahankan eksistensinya di pentas sepak bola nasional, di Persib, Markus pun semakin banyak memiliki kesempatan belajar agama Islam. Keinginannya yang kuat untuk belajar ditunjukkan Markus dengan rajinnya ia mengikuti pengajian dan doa bersama yang selalu dilaksanakan seluruh pemain dan ofisial tim Persib setiap menjelang pertandingan. Markus bisa memperdalam pengetahuannya tentang Islam, karena dalam setiap acara pengajian dan doa bersama itu, Persib selalu menghadirkan para ustaz untuk memberikan tausiah.
Bahkan, sekitar bulan Juli 2010, Markus akhirnya bisa mewujudkan impiannya menginjakkan kaki di Tanah Suci Mekah. Ketika itu, tepatnya menjelang babak 8 Besar Piala Indonesia 2010, Markus berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah bersama keluarga Wakil Manajer Persib.
"Meski sempat tertunda beberapa hari akibat kendala visa, waktu itu kami berlima, termasuk Markus, alhamdulillah bisa berangkat menunaikan ibadah umrah," kata Deddy.
"Selain berdoa untuk diri sendiri, di sana (Mekah, red), saya juga mendoakan kesuksesan Persib," ujar Markus sekembalinya dari Tanah Suci.
Sambil menunggu kesempatan berikutnya untuk menunaikan ibadah haji yang masih tetap diimpikannya, Markus berharap, kualitas ibadahnya semakin meningkat sekembalinya dari Tanah Suci. Amin. (endan suhendra/"GM")**
Adalah hubungan baiknya dengan Manajer Persib, H. Umuh Muchtar yang membawa Markus ke Bandung. Di klub kebanggaan bobotoh ini pula kemudian Markus diperkenalkan dengan seorang pengusaha tinta bernama H. Deddy Firmansyah yang menjabat sebagai Wakil Manajer Persib.
Selain bisa terus mempertahankan eksistensinya di pentas sepak bola nasional, di Persib, Markus pun semakin banyak memiliki kesempatan belajar agama Islam. Keinginannya yang kuat untuk belajar ditunjukkan Markus dengan rajinnya ia mengikuti pengajian dan doa bersama yang selalu dilaksanakan seluruh pemain dan ofisial tim Persib setiap menjelang pertandingan. Markus bisa memperdalam pengetahuannya tentang Islam, karena dalam setiap acara pengajian dan doa bersama itu, Persib selalu menghadirkan para ustaz untuk memberikan tausiah.
Bahkan, sekitar bulan Juli 2010, Markus akhirnya bisa mewujudkan impiannya menginjakkan kaki di Tanah Suci Mekah. Ketika itu, tepatnya menjelang babak 8 Besar Piala Indonesia 2010, Markus berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah bersama keluarga Wakil Manajer Persib.
"Meski sempat tertunda beberapa hari akibat kendala visa, waktu itu kami berlima, termasuk Markus, alhamdulillah bisa berangkat menunaikan ibadah umrah," kata Deddy.
"Selain berdoa untuk diri sendiri, di sana (Mekah, red), saya juga mendoakan kesuksesan Persib," ujar Markus sekembalinya dari Tanah Suci.
Sambil menunggu kesempatan berikutnya untuk menunaikan ibadah haji yang masih tetap diimpikannya, Markus berharap, kualitas ibadahnya semakin meningkat sekembalinya dari Tanah Suci. Amin. (endan suhendra/"GM")**
Sumber: Galamedia
By: BP
0 comments:
Post a Comment