Nasib Hilton Diketahui Besok

18 March 2010 BANDUNG, TRIBUN - Parah atau tidaknya cedera striker Persib asal Brasil, Hilton Mauro Moreira, baru akan diketahui besok atau dua hari setelah striker bernomor punggung 10 ini melakukan pemeriksaan Rontgen dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) di Rumah Sakit Santo Boromeus Bandung, Kamis (18/3) siang. Selama dua jam, suami Bruna Moreira ini menjalani proses pemeriksaan.

Menurut dokter tim Persib, Dr Raffi Ghani, pemeriksaan menggunakan media tiga dimensi tersebut untuk mengetahui di bagian mana cedera yang diderita Hilton itu terjadi. Dalam pemeriksaan awal, kata Raffi, diperkirakan striker kelahiran Pindamonhangaba 29 tahun lalu ini mengalami cedera di bagian Medial Collateral Ligamentum (MCL) atau adanya robekan otot di salah satu otot ligamen di bawah lutut sebelah kanan.

"Baru dua hari ke depan, kondisi cedera Hilton benar-benar dipastikan, apakah parah atau tidak," kata Raffi, saat mendampingi pemeriksaan cedera Hilton menggunakan MRI, kemarin.

Dijelaskan Raffi, hasil MRI bisa menjadi dasar langkah apa yang akan dilakukan untuk memulihkan cedera dari Hilton. Jika kondisinya parah, operasi harus segera dilakukan operasi. Namun jika tidak parah, pemulihan bisa dilakukan dengan terapi-terapi khusus.

"Apakah Hilton harus menjalani operasi atau tidak, kita tunggu saja hasil dari pemeriksaan ini. Namun, melihat dari pemeriksaan awal Hilton tidak akan lama absen," jelasnya.

Dijelaskan Raffi, cedera MCL disebabkan ketika lutut tidak kuat menahan tumpuan karena salah mendarat, terlalu menekuk atau mengangkat kaki terlalu tinggi. Dalam kasus ini, kaki kanan Hilton salah dalam posisi mendarat ketika ditakling Seme.

"Cedera Hilton tidak parah bisa dilihat sendiri, Hilton masih bisa berjalan sendiri tanpa alat bantu meskipun memang agak pincang menahan sakit. Hilton tidak dirawat dan diperbolehkan pulang," ujar dokter yang baru menangani tim Persib sejak putaran pertama lalu.

Tingkat keseriusan cedera ini terdiri dari 3 grid. Grid pertama yaitu cedera ringan yang hanya terjadi sedikit robekan pada MCL. Penyembuhan tingkat 1 ini hanya akan berlangsung 2 sampai 10 minggu. Grid kedua yaitu cedera menengah, di mana salah satu otot MCL robek atau beberapa otot penyangganya putus. Penyembuhan membutuhkan waktu sebulan sampai 3 bulan lebih. Cedera tingkat tiga yaitu cedera parah di mana otot MCL putus. Membutuhkan waktu minimal 6 bulan - 1 tahun untuk si pemain kembali bisa bermain sepak bola.

"Hilton hanya mengalami robekan di salah satu otot ligamen bukan putus, jadi diperkirakan cederanya tidak terlalu parah. Hilton hanya akan absen dalam 2 pertandingan saja, tidak absen sampai akhir kompetisi. Kita sama-sama tunggu hasil MRI," kata Raffi.

Manajer Persib, H Umuh Muhtar, mengatakan pihak manajemen siap bertanggung jawab penuh atas kesembuhan striker yang lahir pada tanggal 27 Februari 1981 ini. "Kami siap untuk mengerahkan segenap kemampuan untuk menyembuhkan Hilton. Saya tegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan Hilton tidak akan lama absen, mungkin hanya 2 sampai 3 pertandingan saja dia absen," ujar Umuh, di kantor PT PBB, Kamis (18/3) kemarin.

Apakah Hilton akan menjalani perawatan di luar negeri agar penyembuhannya cepat, misalkan di Singapura, Umuh belum bisa memastikannya. "Kita tunggu saja hasil pemeriksaan rumah sakit di sini, jika tidak parah kita akan menyembuhkan Hilton di sini (Indonesia, red)," jelas pria berkumis tebal ini.

Sumber: Tribun
By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger