WALAU gagal menjuaraduniakan tim nasionalnya, mendiang pelatih Tele Santana akan terus dikenang oleh seluruh rakyat Brasil sebagai legenda sepanjang masa. Bahkan nama Felipe Scolari, pelatih yang membawa Ronaldo cs. berjaya di Piala Dunia 2002, kalah harum. Tele Santana sangat dikenal dengan filosofi attacking and artistic football-nya.
Baginya, bukan Brasil jika tidak memainkan sepak bola menyerang dan menyuguhkan tarian samba ala Jogo Bognito. Selain itu dia pun dikenal atas sikapnya yang tidak pernah memikirkan tim lawan. Buat apa, katanya. Biarlah lawan yang memikirkan tim kita!
Bagi pelatih lain boleh jadi terkesan sombong. Akan tetapi, tidak bagi seorang Tele Santana. Karena dia memang seorang maestro. Jangan terlalu memikirkan lawan, sekali ini boleh jadi perlu menjadi pegangan utama Pelatih Jaya Hartono. Dengan kata lain, jangan sampai menghabiskan energi, hanya gara-gara terlalu memikirkan kekuatan Bontang FC, calon lawan Persib sore ini. Apalagi sampai terpengaruh oleh kemenangan mereka, atas salah satu tim sarat bintang Sriwijaya FC, Ahad kemarin.
Saya yakin bila Maman cs. tampil dalam permainan terbaiknya, kemenangan tak akan lari ke mana. Jaya Hartono hanya perlu menurunkan komposisi bukan saja yang terbaik, tetapi juga tepat. Selain itu berusaha menjaga agar pasukannya bermain sesuai dengan karakter. Kebetulan menghadapi Bontang, semua pemain Persib siap tampil, termasuk Satoshi.
Ketika menang lawan Persisam, karena kurang fit, Satoshi terpaksa duduk di bangku cadangan. Saya berharap sekali, lawan Bontang FC, pelatih kembali memberinya kepercayaan. Pada dasarnya Satoshi pemain berharga. Dengan speed and power yang dimilikinya, dia bisa dimainkan sebagai worker untuk memperkokoh lini tengah.
Jangan lupa Satoshi juga memiliki sepakan drive bagus. Karena itulah sesekali tim pelatih bisa memproyeksikannya sebagai pemain alternatif di sektor sayap. Kalau diberi kesempatan dan ditangani secara serius, saya kira dia bisa menjadi pesaing Gilang Angga. Sama cepat dan didukung skill lumayan bagus, nilai plus si Jepang yang satu ini adalah bola-bola crossing-nya lebih berbahaya.
Persib memang harus memanfaatkan betul kedua sayapnya. Terutama untuk menghindari jebakan-jebakan offside. Di bawah koordinasi Patricio (Pato) Jimenez, Bontang FC sukses meredam keunggulan teknis para penyerang Sriwijaya FC.
Sistem pertahanan Bontang FC yang agak sejajar, membuat konsep jebakan offside mereka cukup berhasil. Begitu juga saat menyerang balik, pola bermain seperti itu sangat mendukung. Simpel dan memanfaatkan bola-bola panjang, tanpa bermaksud menganggap enteng lawan, sesungguhnya penampilan tim asuhan Fachry Husaini itu tidak terlalu istimewa.
Paling tidak dari segi materi pemain dan suasana pertandingan, Persib masih lebih unggul. Jika di kandangnya sendiri mereka bisa dikalahkan, tentunya tidak ada alasan bagi Persib untuk tidak mampu mengulanginya lagi. Menanglah Maung Bandung!***
Sumber: PR
By: BP
0 comments:
Post a Comment