HASIL DUA PERTANDINGAN TANDANG MENJADI ACUAN
STRIKER Persib Bandung Budi Sudarsono menendang ke arah gawang PSM Makassar yang dijaga Samsidar pada lanjutan Kompetisi Liga Super Indonesia di Stadion Andi Mattalatta Makassar Sulawesi Selatan, Rabu (14/10). Dari dua pertandingan awal melawan Persiba Balikpapan dan PSM Makassar, Persib gagal meraih angka.* M. GELORA SAPTA/"PR"
BANDUNG, (PR).-
Persib Bandung memang pulang tanpa memetik satu poin pun, namun tur tandang yang dijalani kali ini tetap membawa hikmah yang mesti disyukuri. Lewat dua kekalahan yang diderita "Pangeran Biru" pada laga awal Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010, jajaran pelatih jadi tahu pembenahan seperti apa yang harus dilakukan terhadap tim.
Asisten Pelatih Yusuf Bachtiar menyampaikan hasil evaluasi atas dua partai tandang yang baru saja dilakoni ialah belum mendukungnya kondisi fisik pemain terhadap performa di lapangan. "Sejak awal kami sudah memprediksi hasilnya akan seperti ini. Kita tahu pasti minimnya persiapan yang dimiliki akan berdampak banyak terhadap kekuatan tim saat berlaga di kompetisi yang sesungguhnya," ucap Yusuf, setiba di Bandung, Kamis (15/10).
Persib menjalani pemusatan latihan dalam kurun waktu yang sangat minim, tak lebih dari sebulan lamanya. Itu pun tidak berjalan efektif karena dilakukan di saat bulan Ramadan dan dengan formasi yang tidak pernah lengkap, seiring dengan minusnya empat pemain karena harus mengikuti pemusatan latihan tim nasional.
Perihal belum primanya kondisi fisik pemain amat kentara saat Persib menjajal tuan rumah PSM Makassar, Rabu (14/10) malam. Sepanjang jalannya babak pertama, Persib yang selalu gencar mendobrak benteng pertahanan lawan. Walaupun akhirnya tidak ada satu peluang pun yang berhasil dikonversi menjadi gol, secara keseluruhan Persib menguasai jalannya pertandingan.
Selepas babak pertama, stamina pemain mulai menurun sehingga serangan yang dilancarkan pun mulai mengendur. Hal tersebut yang kemudian dimanfaatkan lawan untuk menciptakan gol. Dari kenyataan itu jajaran pelatih kemudian menyimpulkan kondisi fisik pemain belum menunjang untuk tahan bermain sepanjang 90 menit, padahal pertandingan sepak bola mengharuskan ketahanan selama itu.
Terlepas dari kondisi fisik yang belum prima, permainan Eka Ramdani dkk. dinilai Yusuf sudah baik. Pemain dianggapnya sudah mampu keluar dari kesulitan saat menghadapi tipe permainan lawan yang lebih ngotot.
Pemain tinggal mematangkan cara bermain bola di lapangan, seraya memadukan koordinasi antarlini. Transisi dari pola menyerang ke bertahan pun menjadi hal lain yang juga harus dibenahi. Jika faktor-faktor tersebut sudah dapat diperbaiki, Yusuf yakin, pada partai selanjutnya pemain bisa menguasai jalannya permainan.
Tak jauh berbeda dengan Yusuf, asisten pelatih lainnya, Robby Darwis menilai Persib hanya belum beruntung di laga tandang kali ini. Semua pemain sudah menampilkan kemampuan maksimalnya saat berada di lapangan. Namun, keberuntungan yang belum berpihak ke kubu Persib, membuat peluang demi peluang yang dimiliki lepas begitu saja.
Selain itu, Robby juga menilai pemberian sanksi yang diberikan PSSI sebagai buntut mogok main ketika menghadapi Persitara Jakarta Utara di musim lalu menjadi penyebab lain yang memengaruhi buruknya permainan Persib, utamanya di partai perdana kontra Persiba Balikpapan.
"Informasi mendadak yang disampaikan PSSI hanya beberapa saat sebelum pertandingan digelar benar-benar membuyarkan konsentrasi pemain. Pelatih pun bingung dengan materi pemain yang harus diturunkannya. Tak heran kalau hasilnya pun mengecewakan," tutur Robby.
Di pertandingan kedua, hambatan tersebut sudah bisa ditangani karena Persib sudah tahu siapa yang harus absen sehingga pemain yang diturunkan pun sudah dikondisikan sebelumnya. "Tapi ya itu tadi, karena belum beruntung saja makanya gagal membawa poin ke Bandung. Sebab secara permainan, mereka sudah bagus," ucapnya.
Lebih lanjut Robby mengatakan, jajaran pelatih benar-benar salah memperhitungkan langkah saat akan menghadapi laga perdana tersebut. Awalnya, Persib berniat mencuri poin saat bertanding di Balikpapan. Target tersebut dilambungkan setelah menilik komposisi pemain Persiba yang tidak terlalu baik, mengingat hanya dihuni pemain-pemain yang belum dikenal umum. "Namun, keputusan PSSI datang tiba-tiba dan membuyarkan semuanya, target yang sudah ditetapkan pun akhirnya gagal diwujudkan," katanya. (A-184) ***
Sumber Berita: Pikiran Rakyat
By: Balad Persib
0 comments:
Post a Comment