BANDUNG, (PRLM).- Manajemen Persib Bandung tampaknya kini sudah bisa bernafas lega. Kesulitan keuangan yang selama ini membelit manajemen untuk membiayai operasional Persib Bandung yang akan berlaga di Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010 sirna.
Sirnanya kesulitan tersebut seiring dengan hadirnya sebuah konsorsium yang siap mendanai pembiayaan Persib di awal musim ini. Konsorsium beranggotakan puluhan alumni warga Kota Bandung yang kemudian bergabung dan sama-sama bersepakat untuk membantu operasional tim "Maung Bandung".
Sebagai langkah awal, konsorsium yang dipimpin mantan petenis Jawa Barat, Glenn Sugita tersebut akan menyuntikkan dana segar sebanyak Rp 3,5 miliar yang akan digunakan untuk membayarkan 20 persen belanja pemain yang rencananya akan menandatangi kontrak dalam waktu dekat.
Selain itu, konsorsium juga nantinya akan "memberi pinjaman" kepada PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) sebesar Rp 16,5 miliar untuk mendanai operasional tim selama mengarungi LSI 2009-2010. Pinjaman tersebut, diharapkan bisa dikembalikan PT PBB dalam jangka waktu satu tahun.
"Sengaja diberikan dalam bentuk pinjaman, supaya manajemen termotivasi untuk bekerja keras mendapatkan pemasukan dari sumber yang lain," ucap M. Farhan, salah seorang anggota konsorsium. Ucapan tersebut disampaikannya dalam kesempatan silaturahmi antara konsorsium dengan direksi PT PBB, pemain serta ofisial tim Persib Bandung di Kantor PT PBB Jalan Sulanjana 17 Bandung, Rabu (9/9) malam.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubenur Jawa Barat Dede Yusuf, Direktur Utama PT PBB Umuh Muchtar, Pendiri PT PBB Yoyo Siswaya Adiredja, Komisaris PT PBB, Iwan Dermawan Hanafi serta Kuswara S. Taryono, Glenn Sugita, Peter Tanuri, dan M. Farhan dari konsorsium, serta jajaran direksi PT PBB.
Farhan yang sebelumnya dikenal sebagai presenter berbagai acara televisi tersebut mengatakan untuk menjaga akuntabilitas dan menjamin dana digunakan secara efisien dan profesional, keuangan PT PBB akan terus dipantaunya. Sebagai anggota konsorsium, Farhan juga memegang jabatan di PT PBB sebagai wakil direktur utama yang akan menjalankan tugas pemantauan keuangan tersebut. (A-184/A-26).***
Sumber Berita: Pikiran Rakyat
By: Balad Persib
0 comments:
Post a Comment